Jakarta, Intra62.com – Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), jumlah korban meninggal bencana hidrometeorologi telah meningkat menjadi 171 orang, dan 85 orang lainnya masih belum ditemukan.
Baca Juga : BPBD: Longsor Tinggam Talu Menewaskan Satu Orang Dan Menewaskan Enam Lainnya.
Di Lubuk Basung, Jumat, Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono menyatakan bahwa data korban diperoleh pada Kamis (4/12) pukul 20.00 WIB.
Ia menyatakan bahwa 171 orang tewas tersebar di Kecamatan Malalak 12 orang, Matur satu orang, Tanjung Raya sembilan orang, Palupuh satu orang, Palembayan 118 orang, Ampek Nagari satu orang, dan 31 orang yang masih belum diidentifikasi.
Baca Juga: Politeknik Sulteng Memberikan Bantuan Kepada Korban Bencana Di Sumbar.
Dia menyatakan, “Ke-171 korban meninggal akibat banjir bandang dan tertimbun tanah longsor setelah curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu.”
Korban yang masih tidak ditemukan berjumlah 85 orang, terdiri dari enam orang di Kecamatan Malalak, 75 orang di Palembayan, satu orang di Lubuk Basung, dan tiga orang di Tanjung Raya.
Dia menambahkan, “BPBD Agam, Basarnas, TNI, Polri, dan lainnya terus melakukan pencarian korban pada Jumat pagi.”
Sebanyak 11.624 orang mengungsi, tersebar di delapan kecamatan, dan mengungsi di rumah keluarga, tempat ibadah, lokasi yang tersedia, dan lainnya.
Baca Juga : Bencana Hidrometeorologi Agam Menyebabkan Kerugian Sebesar Rp 59,82 Miliar.
(Red).
