Jakarta, Intra62.com – Setelah gempa magnitudo 6,6 yang terjadi pada hari Kamis (16/10), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarmi masih melakukan pemantauan.
Menurut Kepala BPBD Sarmi Darius Nari, yang dihubungi Antara dari Jayapura, Kamis, gempa magnitudo 6.6 itu sempat mengejutkan masyarakat.
Pusat gempa diperkirakan berada di 1.94 LS-139.03 BT, sekitar 32 km tenggara Sarmi, dan 18 km kedalaman.
Gempa dirasakan dengan kecepatan V MMI, dan pusat gempa diperkirakan berada di sekitar Pantai Timur, tepatnya di Pulau Masi-masi.
Baca Juga : PDB Singapura Melebihi Perkiraan, Tetapi Prospek Ekonomi Menurun.
Karena ada laporan bahwa beberapa bangunan rusak di Sarmi, kami masih memantau dampak gempa.
Menurut Daryono, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas Sesar Anjak Mamberamo, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.
Menurut hasil analisis mekanisme sumber, gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik.
Gempa juga menyebabkan dampak di Jayapura dan Kasonaweja dengan intensitas III MMI, dan di Wamena, Timika, dan Nabire dengan intensitas II MMI.
“Gempa tersebut tidak berpotensi menjadi tsunami,” katanya.
( Red ).
