• Thu. Jun 25th, 2026

Komisaris baru Pertamina Hingga Dirut Tidak Ambil Untung dari Impor

ByAF

Sep 20, 2025
 Komisaris baru Pertamina Hingga Dirut tidak ambil untung dari impor

Jakarta ,Intra62.com .  Komisaris baru Pertamina Hingga Dirut tidak ambil untung dari impor . Hasan Nasbi, mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, ditunjuk sebagai komisaris PT Pertamina Persero, dan dia akan bertugas mulai 11 September 2025.

“Iya, itu mengacu pada salinan keputusan para pemegang saham perusahaan,” kata Fadjar Djoko Santoso, Wakil Presiden Corporate Communication Pertamina, kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Menurut Fadjar, salinan keputusan pemegang saham PT Pertamina (Persero) menetapkan Hasan Nasbi sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) mulai 11 September 2025.

Sebelum ini, Hasan Nasbi menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO).

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan pada Rabu (16/9).

Selain itu, Kantor Komunikasi Kepresidenan diubah menjadi Badan Komunikasi Pemerintah.

Pengamat politik Hasan Nasbi adalah pendiri Lembaga Survei Cyrus Network.

Orang tersebut lahir di Bukittingi, Sumatera Barat (Sumbar), pada tahun 1979 dan pernah menjadi anggota Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Pemerintahan yang didirikan oleh pasangan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Republik Indonesia . Yaitu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Sementara itu , menurut Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Pertamina tidak mengambil keuntungan dari situasi . Dan tidak mengimpor bahan bakar minyak tambahan untuk stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU swasta.

Akibatnya, Simon mengantisipasi bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU-SPBU swasta akan tetap stabil di tingkat konsumen.

Pertamina tidak mengambil keuntungan dari keadaan ini. Selain itu, kami menyampaikan bahwa kami diberi tugas untuk memastikan ketahanan energi. Selain itu, tugas utama kami saat ini adalah meningkatkan lifting dalam kolaborasi dengan kontraktor kerja sama minyak dan gas (K3S) lainnya.

Usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Jumat (19/9) malam. Simon menjawab pertanyaan wartawan dengan mengatakan bahwa banyak tugas lain sebenarnya yang lebih penting.

Baca juga : Bom Waktu : 5.500 Sertifikat Warga Kota Jambi Masuk Zona Merah Pertamina

(Anisa-red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/