Jakarta , Intra62.com . Ketua Harian DPP AWDI : Ciptakan Clean Government dulu , Baru silakan Potong 3 % . Jika tidak mampu Clean Government ,Silahkan berhutang 5000 T lagi dari pada Potongan Tapera 3 % Bikin heboh . Lebih baik pemerintah berhutang ke China 5000 Triliun lagi kalau Kas Negara kosong ,” ungkap jack Leo . Hal ini disampaikan kemarin saat dimintai komentar oleh awak media .
Pertanyaan kenapa harus berhutang lagi ?, ini adalah pertanyaan retorika yang diplomatis . Toh rakyat todak menikmati secara langsung .Kecuali 2000 Triliun di bagi-bagi ke seluruh Indonesia .
Potongan 3 % itu bagai pekerja itu sangat berat .Lalu dimana tanggung Jawab pemerintah dalam menyediakan perumahan subsidi atau kesejahteraan lainnya . Apalagi pemerintah belum mempunyai pengalaman manajemen keuangan yang amanah anti bocor .
Hal pengumpulan dana masyarakat baik pajak , dana haji ,dana asuransi , pemerimtah belum teruji mampu meciptakan clean government .
Baca juga : Kebijakan Pemerintah Tapera Dapat Protes Pengusaha dan Pekerja , Berikut Komentar Menteri Jokowi
Kebijakan ini akan berlaku untuk semua karyawan Indonesia, termasuk karyawan perusahaan swasta. Menurut Pasal 55 PP Tapera, semua pekerja yang berusia paling rendah dua puluh tahun atau sudah kawin dan memiliki penghasilan paling sedikit sebesar upah minimum diwajibkan untuk menjadi peserta Tapera.
Selanjutnya, Pasal 7 membahas jenis pekerja yang harus menjadi peserta Tapera. Pasal tersebut mengatakan bahwa program ini menyasar pekerja lain yang menerima gaji, serta aparatur sipil negara (ASN).
Presiden Joko Widodo sebelumnya mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024, yang mengubah PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Pemerintah mengeluarkan undang-undang pada 20 Mei 2024 yang mewajibkan perusahaan untuk mendaftarkan karyawannya ke program Tapera paling lambat 2027.
Untuk memasukkan karyawan ke dalam Tapera, pemerintah akan memotong gaji mereka sebesar 3% setiap bulan setelah mereka mendaftar. ( redk)
