Jakarta, Intra62.com – Togap Simangunsong Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengundang seluruh generasi muda (kaum milenial) untuk sukseskan acara Demokrasi yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang.
Menurut Togap, di tahun politik tersebut dominasi generasi muda sebagai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) cukup besar.
“Generasi Z dan generasi milenial cukup tinggi sekali pada pemilu yang akan datang. Tentunya perlu mendapat perhatian, ini berdasarkan hitung-hitungan kami ada 56,45%. Yang akan memilih kami anak-anak muda,” ujar Togap saat Panel Diskusi bertema Konsolidasi KPU untuk Kesiapan Pemilu 2024 mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (30/12/2023).
Baca Juga: Ide Usaha Musiman Jelang Pemilu 2024
Ia menegaskan, keterlibatan generasi milenial merupakan langkah awal untuk mewujudkan generasi yang cerdas dalam menggunakan hak pilihnya. Dengan demikian, generasi muda akan mampu menjadi pengawas pemilu yang jujur dan adil.
Maka itu, dirinya mendorong semua pihak khususnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi dan kabupaten/kota agar memberikan dukungan secara penuh. Supaya generasi muda mau datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menyalurkan hak politiknya.
Oleh karena itu, diharapkan kepada KPU provinsi, KPU kabupaten/kota, dan seluruh kita yang ada di sini. Untuk mengajak para pemilih yang mempunyai hak pilih agar ikut berbondong-bondong ke TPS untuk menyampaikan suaranya. Khususnya tadi perhatian kita kepada generasi milenial dan generasi Z , untuk itu kita ajak mereka menyampaikan partisipasinya,” jelasnya.
Selain itu, sebagai kelompok yang mendominasi jumlah pemilih pada Pemilu 2024, generasi muda juga berperan penting dalam menentukan arah bangsa Indonesia ke depan dengan segala permasalahannya.
Oleh karena itu, semakin banyaknya generasi muda yang terlibat dalam pemilu, maka akan memberikan dampak positif dalam mencari sosok pemimpin terbaik.
“Hasilnya ada 115,4 juta generasi milenial dan generasi Z, target yang ditetapkan pemerintah Pemilu kita pada saat ini adalah 79,5%, harapan saya semoga bisa melebihi target yang dicapai pada tahun 2019, hingga semakin tinggi partisipasi semakin sah pemimpin kita yang pilih nanti dan wakil rakyat yang terpilih,” terangnya.
Dalam kesempatan ini, dirinya juga mengungkapkan beberapa indikator keberhasilan pemilu. Yang pertama, proses Pemilu berjalan aman dan sesuai aturan yang berlaku. Ke 2, hasil partisipasi yang tinggi. Ke 3, tidak adanya konflik yang bisa merusak persatuan dan kesatuan terutama sedang berakhir pada konflik kekerasan. Dan yang ke 4, roda pemerintahan tetap bisa berjalan lancar baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Bapak Presiden Joko Widodo tadi sudah menyampaikannya menekankannya berkali-kali. Tentunya di sini kami sudah menyiapkan beberapa instrumen yang telah kami gerakkan melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di daerah dan juga Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kami baik di provinsi kabupaten/kota dan Satpol PP,” tutupnya. (red/intra62)
