Jakarta, Intra62.com – Kantor berita setempat melaporkan bahwa topan Kalmaegi yang menerjang Filipina pekan lalu menyebabkan 232 orang meninggal, 523 luka-luka, dan 125 lainnya hilang.
Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen (NDRRMC) melaporkan pada Kamis (13/11) bahwa topan tersebut juga menyebabkan 38.600 rumah hancur dan lebih dari 214.700 bangunan rusak.
Kerugian pada infrastruktur mencapai lebih dari 8,2 juta dolar AS (sekitar Rp137 miliar), sedangkan sektor pertanian mengalami kerugian lebih dari 2,6 juta dolar AS (sekitar Rp43,4 miliar).
Hingga tanggal 13 November, 62.611 keluarga terus mengungsi di pusat evakuasi.
Menurut data Kantor Pertahanan Sipil, pulau wisata Cebu adalah yang paling terdampak topan Kalmaegi tersebut.
Seorang pegawai pemerintah provinsi yang tinggal di bagian tengah pulau tersebut mengatakan bahwa pada 4 November dini hari, banjir besar menerjang wilayah tempat tinggalnya.
Baca Juga : Banjir Rob Terjang Pesisir Parigi Moutong, 40 KK Terkena Dampak
Baca Juga : BNPB Memastikan Bahwa Korban Angin Kencang Di Jember Akan Menerima Bantuan.
(Red).
