Jakarta, Intra62.com – Survei jalan dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat dan PT Hutama Karya Instruktur (HKI) pada hari Rabu untuk membuka akses ke Malalak-Balingka, Kabupaten Agam, yang tertutup oleh material tanah longsor.
Di Lubuk Basung, Rabu, Ade Putra, Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, mengatakan survei jalan ini dilakukan oleh anak perusahaan PT Hutama Karya (Persero) karena jalan provinsi yang menghubungkan Kota Padang ke Bukittinggi melintasi kawasan hutan.
Menurutnya, “Ada beberapa titik jalan melintasi kawasan hutan dan sebelum pembersihan material tanah longsor dilakukan, maka dilakukan survei dulu.”
Hasil survei di jalan provinsi yang menghubungkan Kota Padang-Bukittinggi menunjukkan bahwa ada beberapa lokasi tanah longsor dan struktur yang ambles.
Jalan yang ambles sepanjang ratusan meter bahkan terputus total.
Dia mengatakan, “Satu titik badan jalan amblas seluruhnya dan perlu pembersihan daerah perbukitan.”
Ia mengakui bahwa survei tersebut dilakukan setelah PT HKI bekerja sama dengan BKSDA Sumbar beberapa hari sebelumnya. Karena lokasi jalan berada di kawasan hutan, pihaknya mendukung upaya untuk menyediakan membuka akses alternatif ke Padang-Bukittinggi dengan cepat.
Meskipun demikian, Budi Setia Prayoga, Supervisor Kesehatan, Keamanan, Keselamatan, dan Lingkungan PT HTI, menyatakan bahwa BKSDA Sumbar telah bekerja sama untuk menangani akses jalan Malalak menuju Balingka yang amblas dan terban akibat curah hujan yang signifikan yang melanda wilayah itu beberapa Minggu lalu.
Sebelum pembersihan material tanah longsor dilakukan, koordinasi dilakukan untuk menjaga akses terbuka dan mengurangi jumlah orang yang melewati jalan.
Dia menyatakan bahwa ekonomi masyarakat akan terpengaruh jika akses tidak dibuka.
Menurutnya, pembersihan daerah yang terkena dampak tanah longsor telah dimulai dengan penggunaan alat berat, dan dua alat berat telah digunakan di Balingka, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam.
Mudah-mudahan akses dapat diakses oleh masyarakat secepat mungkin.
Baca Juga : BNPB: Keamanan Warga Menjadi Prioritas Saat Relokasi Korban Longsor Tapanuli Utara.
(Red).
