Jakarta, Intra62.com – Dari 110 acara yang termasuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) sepanjang tahun 2025, hanya 99 telah dilaksanakan, menurut Kementerian Pariwisata.
Dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan, “Sebetulnya pada waktu hasil kurasi diumumkan, kami siap mendukung 110 KEN namun yang terlaksana hanya 99 KEN.”
Menurut Widiyanti, 99 acara itu tersebar di seluruh Nusantara, dengan 32 acara dari Jawa, 15 acara dari Bali dan Nusa Tenggara, 22 acara dari Sumatra, 8 acara dari Kalimantan, 16 acara dari Sulawesi, dan 6 acara dari Maluku dan Papua.
Dia menyatakan bahwa sebelas acara yang dia katakan tidak akan diadakan, termasuk Festival Pesona Danau Limboto, Festival Rakik-Rakik, Festival Pesona Mentawai, Festival Payakumbuah Botuang, Festival Bekudo Bono, Festival Tanjung Waka, dan Samosir Music International 2025.
Selain itu, Festival Pattimura, Festival Asmat Pokman, dan Festival Minangkabau dibatalkan. Wayang Jogja Night Carnival juga dibatalkan.
Beberapa pembatalan disebabkan oleh kurangnya efektivitas sehingga pemerintah daerah tidak dapat menjalankannya. Namun, Kementerian Dalam Negeri meminta Wayang Jogja Night Carnival dibatalkan.
Dia mengatakan bahwa festival Pattimura dan Asmat Pokman dibatalkan karena masalah keamanan. Festival Minangkabau juga dibatalkan karena banjir di Pulau Sumatra.
Selain itu, Widiyanti menegaskan bahwa semua acara yang termasuk dalam kurasi KEN dibuat oleh pemerintah daerah dan disampaikan kepada komunitas. Kementerian Pariwisata hanya bertanggung jawab untuk mengawasi dan mendukung sarana, prasarana, dan publikasi dalam hal ini.
Melalui program Karisma Event Nusantara (KEN), Kementerian Pariwisata saat ini berusaha untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengembangkan program strategis KEN, yang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memilih dan menyelenggarakan acara-acara berkualitas tinggi di seluruh Indonesia.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kekayaan tempat wisata di Indonesia, yang akan menghasilkan peningkatan kunjungan wisatawan, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan lapangan kerja, serta dampak positif secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
(Red).
