Jakarta, Intra62.com –
Produksi minyak dari sumur rakyat diharapkan mencapai 2 ribu barel per hari (bph) pada Juli 2026, menurut rencana Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Bulan Juli harus naik menjadi 2 ribu per hari. Setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan, “minimal”.
Sumur rakyat saat ini dikelola oleh sembilan koperasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dia menambahkan bahwa produksi minyak dari sumur rakyat hingga saat ini mencapai 1.500 barel minyak per hari.
“Target potensinya sebesar 20 ribu barel minyak per hari,” kata Djoksis, yang sering disebut sebagai “Djoksis.”
Langkah ini adalah bagian dari pelaksanaan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Gas Bumi dan Minyak.
Permen ESDM 14/2025 memungkinkan badan usaha milik daerah (BUMD), koperasi, atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengelola sumur minyak rakyat. Mereka juga dapat menjual hasilnya kepada Pertamina atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) seharga 80 persen dari ICP.
Menurut Djoksis, salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak adalah optimalisasi sumur rakyat. Ini adalah bagian dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 610 ribu barel minyak per hari.
Djoksis mencatat produksi minyak, kondensat, dan cairan gas alami (NGL) sebesar 576,2 ribu barel minyak per hari (MBOPD) hingga 31 Mei 2026.
Secara keseluruhan, produksi minyak mencapai 491,3 ribu BOPD, produksi kondensat mencapai 55,8 ribu BOPD, dan produksi NGL mencapai 29,1 ribu BOPD.
Baca Juga : SKK Migas: Kenaikan Harga Minyak Menyebabkan Peningkatan Pendapatan Hulu.
Baca Juga : Perintah Bahlil kepada Kepala SKK Migas Baru , Aneh : Jangan Tidur! .
(Red).
