Jakarta, Intra62.com – Hari Kartini diperingati setiap 21 April. Pada 2024, Hari Kartini jatuh pada hari Minggu. Tujuan peringatan hari Kartini untuk menghargai jasa pahlawan Indonesia Raden Ajeng (RA) Kartini.
RA Kartini menjadi pahlawan nasional Indonesia yang dikenal sebagai pejuang perempuan / kaum wanita. Bahkan namanya juga menjadi salah satu judul lagu nasional berjudul “Ibu Kita Kartini”.
Jasa RA Kartini sangat besar dan luar biasa bagi Indonesia. Lantas bagaimana sejarah penetapan hari kartini dan profil singkat tentangnya? Simak selengkapnya di bawah ini.
Penetapan Hari Kartini pada tanggal 21 April
Hari Kartini ditetapkan pada tanggal 21 April melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964, tertanggal 2 Mei 1965. Keputusan tersebut memuat terkait penetapan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.
Pemilihan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini dikarenakan pada tanggal itu adalah hari kelahiran Kartini, yakni pada 21 April 1879.
Baca juga:
- Sejarah Hari Pahlawan Indonesia
- Sejarah Gula di Indoenesia, Komoditas yang primadona di Zaman Kolonial Belanda
Siapa Kartini?
Kartini merupakan sosok perempuan Indonesia yang senantiasa berupaya mencapai kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Ia menjadikan pendidikan sebagai alat untuk memajukan bangsa.
Kartini merupakan salah satu putri seorang bangsawan bernama Raden Mas Sosroningrat yang menikah dengan wanita desa bernama Mas Ajeng Ngasirah.
Suaminya adalah Raden Adipati Joyodinigrat. Dari pernikahannya itu mereka dikaruniai seorang anak bernama Soesalit Djojoadhiningrat.
Bagi Kartini, pengetahuan adalah sarana untuk mencapai kebahagiaan. Ia berharap setiap orang, khususnya perempuan, dapat merasakan pendidikan dan mengembangkan kecerdasan serta karakternya.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pada awal abad ke-20, pendidikan bagi perempuan di Indonesia baru saja dimulai. Saat itu terjadi perubahan pada masyarakat Indonesia yang diawali dengan perubahan cara pandang Bumiputera.
Pada saat yang sama, terdapat gagasan tentang kemajuan, terutama dalam hal pendidikan. RA Kartini menjadi perempuan pertama yang memelopori perkumpulan serta memajukan pendidikan bagi perempuan.
Kartini banyak melakukan upaya memajukan pendidikan perempuan. Ia memulai dengan mengajarkan baca-tulis, kerajinan tangan, dan memasak pada sebuah sekolah kecil.
Gebrakan Kartini dalam bidang pendidikan dan pengajaran membuahkan hasil yang baik. Dia berhasil mendirikan sekolah perempuan, organisasi perempuan, dan yang paling penting memajukan pendidikan perempuan.
Berkat jasa Kartini, lambat laun status sosial perempuan mulai berubah. Pada bidang politik, perempuan diperbolehkan berpartisipasi dalam pemilihan anggota DPR.
Jika Anda membaca surat-surat Kartini yang ditujukan kepada Ny Abendanon, sebagian besar isinya menyangkut kritik dan solusi perempuan demi kemajuan negaranya.
Kartini memiliki concern yang amat sangat serius terhadap pendidikan dan sikap anti-kekerasan.
Raden Ajeng Kartini lahir pada tanggal 21 April 1897 di Jepara, Jawa Tengah. Beliau meninggal pada tanggal 17 September 1904 di Rembang, Jawa Tengah. Kartini tutup usia pada umur 25 tahun.
