• Mon. Apr 20th, 2026

Peluang Penetapan Harga Karbon Di Indonesia Diperkuat Pemerintah.

ByBunga Lestari

Nov 12, 2025

Jakarta, Intra62.com – Pemerintah Indonesia terus berusaha untuk meningkatkan peluang penetapan harga karbon.

Dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-bangsa (COP30) di Belém, Brasil, Selasa (11/11) waktu setempat, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, “Indonesia telah mengambil langkah-langkah yang berani dan strategis untuk memperkuat peluang penetapan harga karbon di Indonesia.”

Ia menyatakan bahwa salah satu upayanya adalah bekerja sama dengan sejumlah skema kredit independen melalui Perjanjian Pengakuan Bersama (MRA).

Dia menyatakan bahwa mereka telah membuat kerangka tata kelola yang kuat dan bekerja sama dengan beberapa skema kredit independen melalui MRA, seperti Gold Standard, Plan Vivo, Global Carbon Council (GCC), Verra, dan Puro Earth.

Perusahaan menyambut baik hasil dari sesi Seller Meet Buyer (SMB) pertama yang diadakan pada Selasa (11/11) di Paviliun Indonesia.

PT Pertamina berhasil menjual karbon kepada Bank Mandiri dan CIMB Niaga sebesar 37 ribu ton karbon, atau senilai Rp2,5 miliar, selama pertemuan SMB.

Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, “Dengan gelaran (COP30) iklim dunia yang ada ini, kita manfaatkan sebisa mungkin untuk membangun kepercayaan pasar dengan mengisi (sesi) Seller Meet Buyer. Dengan demikian, upaya (promosi) kita akan lebih mudah dikenal.”

Pemerintah Indonesia juga menargetkan perdagangan hingga 90 juta ton CO2, senilai Rp16 triliun, selama COP30 berlangsung.

Tiga industri utama—energi, perkebunan dan penggunaan lahan lainnya (FOLU), dan sampah—akan menjadi fokus perdagangan karbon.

Baca Juga : ANTAM Memperluas Pemberdayaan Pacu Ekonomi, Menerima Penghargaan Subroto.

( Red ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/