Jakarta, Intra62.com –
Duta Besar Kesultanan Oman untuk Indonesia, Mohamed Ahmed Salim Al-Shanfari, mengunjungi Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dalam kunjungannya, mereka berbicara tentang kesempatan beasiswa yang tersedia bagi mahasiswa Indonesia di universitas Oman.
Di Jakarta, Kamis, Menag menyatakan, “Saya rasa Oman memiliki potensi besar sebagai alternatif tujuan pendidikan Islam yang belum banyak dikenal. Selama ini, banyak mahasiswa Indonesia memilih Istanbul dan Ankara sebagai tujuan studi di luar negeri.”
Peluang kerja sama beasiswa dalam bidang studi agama dan bahasa Arab ditawarkan oleh Menag. Nasaruddin Umar juga menyatakan bahwa 2.000 guru bahasa Arab penutur asli (Native Speaker) diperlukan untuk mengisi kekosongan tenaga pengajar di lembaga pendidikan yang diawasi oleh kementerian.
Disebutkan bahwa Oman dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Dubes Oman Mohamed Ahmed Salim Al-Shanfari menyambut baik rencana kerja sama ini. Ia menyatakan bahwa kedua negara memiliki prinsip kebijakan luar negeri yang sebanding, dan hubungan mereka selama hampir 300 tahun.
Bahkan, Oman mengadakan pameran yang mendorong pesan Islam moderat, toleransi, dan perdamaian, yang merupakan dasar kebijakan keagamaan Indonesia.
Selain itu, ada banyak peluang kerja sama di sektor perdagangan. Disebutkan bahwa tekstil dan aksesori Oman memiliki peluang untuk memasuki pasar Indonesia.
Secara historis, pelabuhan Oman telah berfungsi sebagai jalur dagang strategis di Asia. Potensi ini masih menarik untuk dikembangkan di zaman sekarang.
Diharapkan bahwa pertemuan ini akan menjadi titik awal untuk kesepakatan konkret tentang kerja sama antara Indonesia dan Oman, khususnya mengenai jalur penerbangan langsung dan program beasiswa yang akan memperkuat hubungan kedua negara.
Baca Juga : Di Istana Rabu sore, Prabowo memanggil Bahlil, Rosan, dan Menag.
Baca Juga : Menag Menyampaikan Pesan Untuk Meningkatkan Moderasi Beragama Di Sulut.
(Red).
