Jakarta, Intra62.com – Kapolri Listyo Sigit Prabowo melaporkan kinerja Satgas Pangan Polri tahun 2023. Salah satu misi Satgas Pangan adalah mengungkap penggelapan 250 ton beras.
Hal itu disampaikan Jenderal Sigit pada Rabu (27/12/2023) saat Pemaparan Akhir Tahun Polri di Mabes Polri. Ia mengawali penjelasannya, misi Satgas Pangan adalah menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok yang tinggi.
Baca Juga: Kapolri Listyo Sigit Menggelar Rakor Jelang Nataru 2024
Satgas Pangan juga melaksanakan berbagai kegiatan. Di antaranya penegakan hukum yang meningkat dibandingkan tahun lalu.
Kepala Mabes Polri Jenderal Sigit mengatakan, Operasi penegakan hukum akan kita lakukan sebanyak 54 kali, atau meningkat 12 kali (28,57%) dari tahun 2022.
Jenderal Sigit juga menjelaskan peran Satgas Pangan dalam menjelaskan peristiwa besar. Salah satu contohnya adalah penggelapan 250 ton beras Banten.
“Salah satu kasus besar yang berhasil diungkap Satgas Pangan adalah penyalahgunaan 250 ton distribusi beras di Banten. Dan tujuh tersangka sudah kami amankan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Satgas Pangan juga mengoptimalkan berbagai kegiatan melalui inovasi. Satgas Pangan telah membuat aplikasi dan akun Instagram Satgas Pangan.
“Dalam rangka mengoptimalkan berbagai kegiatannya, Satgas Pangan juga telah melakukan berbagai inovasi Satgas Pangan antara lain aplikasi, web, call center, email, Instagram, dan lain sebagainya,” terang Kapolri Listyo.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjelaskan penggunaan anggaran Polri tahun 2023

Sigit mengatakan, 63,19% anggaran Polri digunakan untuk pembelian produk dalam negeri.
“Kami juga berupaya mengoptimalkan anggaran Polri untuk pembelian produk dalam negeri. Total anggaran belanja barang dan jasa Polri sebesar Rp41,73 triliun, dimana Rp26,36 triliun (63,19%) digunakan untuk pembelian produk dalam negeri,” ungkapnya dalam presentasi akhir tahun.
Dari Rp 26,36 triliun tersebut, sebanyak Rp 22,1 triliun (83,83%) sudah terealisasi dan Rp 4,26 triliun (16,16%) masih dalam tahap eksekusi kontrak. Ia mengatakan Polri melampaui target penggunaan produk dalam negeri sebesar 40%.
“Dengan capaian tersebut, Polri melampaui target penggunaan PDN sebesar 40% dan mendapat penghargaan dari LKPP sebagai K/L ketiga dengan nilai transaksi PDN tertinggi,” bebernya.
Sigit menyebut Polri juga telah membuat katalog elektronik sektoral yang memuat 45.279 produk dalam negeri dari 1.084 pemasok. Dia mengatakan, katalog elektronik tersebut terhubung dengan website LKPP.
“Indikator kinerja utama ini akan terus kami optimalkan untuk mendukung keberhasilan program transformasi ekonomi Pemerintah. Hal ini untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, menikmati bonus demografi pada tahun 2030 hingga 2035, keluar dari jebakan berpendapatan menengah pada tahun 2038, dan pada akhirnya bersama-sama mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (red/intra62)
