Jakarta, Intra62.com – DKP Mataram Membagikan Tiga Ton Keras Kepada Korban Bencana Hidrometeorologi. 300 Kepala Keluarga (KK) yang terkena dampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Ampenan. Telah menerima tiga ton beras bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurut Sudirman, Kepala Departemen Keuangan Kota Mataram (DKP) di Mataram pada hari Sabtu. Beras ini berasal dari stok pangan bencana Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tahun 2026.
Dia menyatakan bahwa pada Jumat (23/1/2026), bantuan telah didistribusikan melalui posko logistik di Kampung Bugis, Ampenan.
Menurutnya, tiga ton beras yang diberikan khusus untuk mereka yang terkena dampak bencana hidrometeorologi . Yaitu seperti gelombang pasang, angin kencang, banjir rob, dan banjir akibat luapan air sungai.
Untuk membuat distribusi lebih mudah kepada para korban, beras yang diberikan sudah dikemas per sepuluh kilogram, katanya. Salah satu tanggung jawabnya adalah mengirimkan beras ke posko logistik Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Mataram, yang berfungsi sebagai dapur umum.
Namun, mengenai pembagian ke korban terdampak, dia menyatakan bahwa itu adalah tanggung jawab pihak kelurahan. “Tujuannya agar bantuan bisa tepat sasaran, sesuai dengan nama korban terdampak yang diajukan pihak kelurahan dan kecamatan,” katanya.
Sudirman menyatakan bahwa usulan dari masing-masing lurah dan kecamatan masih diperlukan untuk memberikan bantuan beras kepada korban bencana hidrometeorologi di kecamatan lainnya.
Dia menyatakan bahwa bantunan beras cadangan pangan tidak dapat dikeluarkan serta merta tanpa persetujuan dari kelurahan dan kecamatan. Rekomendasi ini menjadi dasar bagi DKP untuk mengajukan SK kepada kepala daerah.
Dia menegaskan, “Kami harap pihak kelurahan dan kecamatan segera mengusulkan data warga mereka yang menjadi korban bencana hidrometeorologi. Secepat mungkin, lebih baik.”
Sudirman menyatakan bahwa stok beras cadangan pangan bencana DKP sebanyak 20 ton untuk tahun 2026 hanya diberikan 3 ton untuk korban di Kecamatan Ampenan hingga saat ini.
“Jadi, kami masih memiliki 17 ton beras cadangan pangan,” katanya.
(Red).
