Situbondo , Intra62.com. Danantara berencana mengalokasikan Rp1,5 triliun untuk membeli gula dari petani. Dengan menggunakan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Danantara akan mengalokasikan dana untuk membeli gula dari petani secara bertahap.
Karena gula petani belum terjual di gudang pabrik gula, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara. Juga dikenal sebagai Danantara Indonesia, akan mengeluarkan uang sebesar 1,5 triliun untuk membeli gula pasir dari petani.
Menurut Herman Fauzi, Sekretaris Asosiasi Petani Tebu Indonesia (APTRI) Cabang Kecamatan Assembagoes, Situbondo, Jawa Timur, informasi tentang dana senilai Rp1,5 triliun dari Danantara . Diperoleh melalui kerja sama dengan Kemenko Bidang Pangan dan Kemenko Bidang Perekonomian.
Di Situbondo, Sabtu, dia menyatakan, “Pengurus APTRI Pusat berkoordinasi dengan kementerian terkait pekan lalu . Dan disampaikan solusinya bahwa Danantara akan mengucurkan dana melalui PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk membeli sementara gula petani.
Menurut Fauzi, ribuan ton gula pasir masih menumpuk di gudang pabrik PG Assembagoes Situbondo selama sebulan terakhir.
Menurutnya, pedagang menawarkan gula pasir PG Assembagoes dengan harga yang lebih rendah daripada harga acuan penjualan, atau HAP Rp14.500 per kilogram.
Fauzi menyatakan bahwa harga gula minimal adalah Rp14.500, dengan pedagang menawar Rp14.350 per kilogram selama empat minggu terakhir. Dan ada juga yang menawar Rp14.200 per kilogram.
Karena beredarnya gula rafinasi di pasaran, dia menduga harga gula petani saat ini rendah atau di bawah harga acuan penjualan.
Meskipun demikian, Fauzi menyatakan bahwa gula rafinasi dimaksudkan untuk digunakan dalam proses pengolahan produk makanan dan minuman, bukan untuk dikonsumsi setiap hari.
Fauzi menyatakan bahwa gula rafinasi sangat putih dan tidak semanis gula pasir pada umumnya, dan harganya lebih murah.
Pabrik Gula Assembagoes
Sebagai informasi dari Manajemen Pabrik Gula (PG) Assembagoes di Kabupaten Situbondo, sekitar 5.000 ton gula pasir yang dihasilkan oleh petani . Di daerah tersebut belum dibeli oleh pedagang dalam sebulan terakhir.
Gula pasir sebanyak 5.000 ton disimpan di gudang pabrik gula selama lebih dari empat periode (seminggu) . Atau sekitar satu bulan, kata General Manajer PG Assembagoes Situbondo Mulyono.
Dia juga menyatakan, “Kami belum memberikan pembayaran kepada petani yang tebunya digiling di PG Assembagoes selama lebih dari empat periode ini karena gula pasir belum dijual ke pedagang.”
Baca juga : Polisi Selidiki PTPN XI , Dugaan Korupsi Berjamaah Revitalisasi pabrik gula.
(Anisa-red)
