Majalengka, Intra62.com – Pemerintahan Bupati Majalengka meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talaga yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di 11 kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Majalengka, Sabtu (14/10/2023).
Sejak itu belum memungkinkan untuk melayani pasien BPJS, pemerintah kini akan memberikan layanan kesehatan gratis kepada seluruh pasien untuk jangka waktu enam bulan.
Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan, pembangunan rumah sakit senilai Rp 200 miliar lebih. Ini bermula dari keluhan masyarakat wilayah selatan Majalengka karena di wilayah tersebut belum ada rumah sakit.

Baca Juga: Peresmian Proyek Gas Raksasa RI di Jateng dan Jatim
“Selama ini warga 11 kecamatan di wilayah selatan kebanyakan mengunjungi RS tetangga, RS Kuningan dan Sumedang. Maka saya minta bantuan ke pemerintah pusat, dan anggaran sebesar Rp96 miliar tercapai pada 2019 dan 2020. Dari provinsi kita dapat Rp75 miliar, sedangkan dari APBD Bupati kita alokasikan Rp50 miliar,” kata Bupati Karna.
Meski terhambat Covid-19, pembangunan RS Talaga akhirnya bisa selesai dan bisa dinikmati masyarakat Majalengka. Keberadaan rumah sakit ini diharapkan menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang membantu meningkatkan IPM.
Saat ini, meski fasilitas dan kerja sama dengan BPJS Kesehatan masih minim, Pemerintahan Bupati Majalengka akan memberikan layanan gratis selama enam bulan.
“Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan optimal kepada masyarakat, saya telah meminta kepada Dinas Kesehatan dan RSUD Talaga untuk memberikan layanan tersebut secara gratis,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka Agus Susanto mengungkapkan, rumah sakit tersebut terletak di kawasan Jalan Raya Talaga-Cikijing, tepatnya di Blok Cikuta, Desa Talaga Wetan, Kecamatan Talaga.
Rumah Sakit dibangun 4 lantai dan memiliki tempat parkir yang luas. RS Talaga kategori C, memiliki 4 dokter dan perawat.
Luas tanah RS Talaga sekitar 40.000 meter persegi, dengan luas pembangunan sekitar 26.000 meter persegi. Total lahan seluas 14.000 meter persegi telah dialokasikan untuk ruang hijau dan kawasan pengembangan.
Sementara itu, banyak pihak yang berharap RS Talaga segera melengkapi peralatan medis dan menambah tim medis. Setidaknya untuk kebutuhan dasar, dengan tersedianya dokter spesialis penyakit dalam, bedah, THT, oftalmologi, dan ginekologi.
Sebab, tanpa dokter spesialis, pasien di wilayah Majalengka Selatan akan terus berobat ke RS di luar kabupaten seperti yang terjadi selama ini.
“Laboratorium dan rumah sakit harus memadai dan tentunya terlayani dengan baik. Mengapa orang selatan datang ke Kuningan untuk berobat karena pelayanannya yang baik? Tidak masalah jika tenaga medis dari Majalengka datang ke Kuningan untuk berobat,” kata Teguh, salah satu warga. (red/intra62)
