Jakarta , Intra62.com .Luhut tegaskan ke investor, Indonesia tidak bangkrut. Dalam konteks ketidakpastian global saat ini, Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), menyampaikan kepada para investor domestik dan internasional bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap stabil dan tidak akan mengalami kehancuran atau kolaps.
Di Indonesia Internasional Sustainability Forum di Jakarta, Rabu, ia mengajak para pelaku usaha global untuk tidak ragu menanamkan modal dan bekerja sama di Indonesia.
Luhut menyatakan, “Pesan saya sangat jelas dan sederhana bagi para investor: jangan ragu untuk berinvestasi di negara ini… Fundamental ekonomi kita tetap sehat dan prospek jangka panjang kita sangat kuat… Indonesia tidak akan kolaps.”
Luhut mengakui bahwa Indonesia terus menghadapi sejumlah masalah internal. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah terus berusaha menyelesaikan masalah tersebut sembari meningkatkan industri nasional, tata kelola, dan sumber daya manusia.
Selain itu, Luhut menyatakan bahwa tujuan kerja sama investasi Indonesia sekarang berubah.
Dia menyatakan bahwa pemerintah saat ini tidak hanya berfokus pada transfer teknologi (technology transfer), tetapi juga mendorong inovasi bersama (joint innovation) dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia lokal.
Misalnya, dalam industri nikel, baterai, dan kendaraan listrik (EV), Luhut mendorong mitra internasional untuk membangun laboratorium bersama, memberikan pelatihan insinyur nasional, dan memberi para peneliti muda Indonesia masalah nyata untuk diselesaikan.
Dia menyatakan bahwa para insinyur muda Indonesia harus langsung terlibat dalam proyek riset dan pengembangan teknologi dengan mitra internasional.
Ia mengatakan bahwa penelitian pada tahap awal membutuhkan dana yang sabar, dan teknologi yang menjanjikan membutuhkan proyek percontohan. Selain itu, agar proyek percontohan berhasil, mereka perlu mendapatkan suntikan investasi.
Luhut memastikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga konsistensi kebijakan serta menyederhanakan prosedur birokrasi untuk mendukung keberlanjutan investasi.
Baca juga : Luhut temui pejabat China bahas pembayaran utang
( Anisa- red )
