• Tue. Aug 4th, 2026

BMKG: Juli 2026 Akan Menjadi Juli Terkering Sepanjang Masa Sejak 1991

ByLia Uyee

Aug 4, 2026

Jakarta, Intra62.com – Berdasarkan rata-rata curah hujan nasional dan peningkatan El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa Juli 2026 akan menjadi bulan Juli terkering di Indonesia sejak 1991.

Dalam Dialog Nasional yang diadakan Selasa di Jakarta oleh Kementerian PPN/Bappenas, Fachri Radjab, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Klimatologi BMKG, mengatakan bahwa curah hujan nasional rata-rata pada Juli 2026 akan menempati peringkat pertama sebagai bulan Juli terkering sejak tahun 1991.

Fachri menyatakan bahwa curah hujan rata-rata di wilayah Indonesia berada di peringkat kedelapan terkering sejak 1991. Namun, pada bulan Juli 2026, ternyata menjadi bulan Juli terkering peringkat pertama sejak 1991.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan El Nino, yang telah mencapai kategori kuat, dan munculnya fenomena IOD positif di Samudra Hindia, keduanya berkontribusi pada penurunan curah hujan di Indonesia.

Dia menyatakan bahwa El Niño saat ini memiliki peluang sekitar 75% untuk menjadi sangat kuat pada Agustus hingga Oktober 2026.

IOD positif juga diperkirakan terus berkembang, yang akan meningkatkan pengurangan curah hujan selama musim kemarau.

Menurutnya, “Ini mungkin yang perlu kita antisipasi ketika dua fenomena ini aktif, baik di sisi timur maupun barat Indonesia, dan sama-sama berpotensi mengurangi curah hujan selama musim kemarau ini.”

Fachri mengatakan analisis BMKG menunjukkan hampir seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengalami curah hujan rendah hingga sangat rendah selama Juli 2026.

Kondisi serupa juga terjadi di Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, sebagian Sulawesi, Maluku, dan Papua, kecuali Papua Tengah dan Papua Pegunungan.

Selain itu, pemantauan BMKG menunjukkan kekeringan mulai meluas di berbagai daerah.

BMKG mencatat 306 titik pengamatan yang mengalami hari tanpa hujan (HTH) ekstrem hingga awal Agustus 2026. Ini adalah lebih dari 60 hari berturut-turut tanpa hujan.

Baca Juga : BMKG Melakukan Perubahan Cuaca Untuk Menjaga Ketersediaan Air Menghadapi El Nino

Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memegang rekor tanpa hujan selama sembilan puluh hari berturut-turut.

Secara keseluruhan, BMKG mencatat 1.657 titik pengamatan mengalami HTH yang sangat panjang, yang berarti 31 hingga 60 hari berturut-turut tanpa hujan, dan 322 titik lainnya mengalami HTH yang lebih singkat, yang berarti 21 hingga 30 hari berturut-turut tanpa hujan.

Fachri menyatakan bahwa penurunan curah hujan yang disebabkan oleh El Nino dan IOD positif tidak merata di seluruh Indonesia.

Dia menyatakan bahwa karena karakteristik pola musim yang berbeda, Aceh, Sumatera Utara, sebagian Riau, sebagian Sumatera Barat, dan Kalimantan Utara masih diperkirakan mengalami curah hujan menengah hingga tinggi pada bulan Agustus ini.

( Red )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/