• Fri. Jul 10th, 2026

Prabowo: Dari B50 dalam devisa Negara menghemat Rp170 triliun

ByAF

Jul 10, 2026
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa penerapan biodiesel B50

Jakarta , Intra62.com .  Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa penerapan biodiesel B50 yang diwajibkan akan sangat membantu meningkatkan ekonomi negara dengan menghemat hingga Rp170 triliun, atau sekitar 10 miliar dolar AS, setiap tahun.

Presiden menegaskan bahwa penghematan tersebut adalah hasil kerja keras berbagai pihak. Yaitu untuk mendorong penggunaan energi berbasis sumber daya alam di seluruh negeri.

Pada peluncuran Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis . Prabowo mengatakan, “Kita sekarang sudah bisa menghemat devisa uang keluar Rp170 triliun. 10 miliar dolar (AS) kita hemat.”

Dia menyatakan bahwa penghematan sekitar 10 miliar dolar dari program biodiesel B50 yang diwajibkan adalah tindakan strategis. Yaitu  untuk meningkatkan ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor.

Dia juga menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan efisiensi di sektor lain untuk meningkatkan keuangan negara. Salah satu upaya ini adalah memberantas penyelundupan komoditas, seperti timah, yang dapat menghemat devisa hingga 2-3 miliar dolar AS.

Dia menambahkan, “Kami menghemat 10 miliar dolar (B50) di sini, dan kita akan menghemat 2-3 miliar dolar di tempat lain, seperti penyelundupan timah.

Presiden menyatakan bahwa berbagai tindakan efisien ini merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk meningkatkan kemandirian ekonomi bangsa. Meningkatkan ketahanan energi, dan memastikan bahwa kekayaan alam Indonesia sepenuhnya bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa penerapan biodiesel B50 yang diwajibkan dapat menghemat sekitar Rp170 triliun dalam devisa negara. Karena mengurangi kebutuhan Indonesia untuk mengimpor listrik.

Nilai tambah CPO

Angka tersebut meningkat sebagai akibat dari penerapan kebijakan B40 yang diwajibkan. Yaitu yang menghemat Rp133,3 triliun dalam devisa.

Selain menghemat devisa negara, program B50 diproyeksikan akan meningkatkan nilai tambah minyak sawit mentah (CPO) dari Rp20,92 triliun menjadi sekitar Rp23,49 triliun. Dan menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja; dan menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton CO2 pada tahun 2026.

Baca juga : Menteri Bahlil: Indonesia Berada di Peringkat Kedua di Dunia Dalam Hal Ketahanan Energi

( Anisa-red )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/