• Wed. Jun 17th, 2026

Beragam tuntutan Demo Mahasiswa di berbagai Kota

ByAF

Jun 16, 2026
Beragam tuntutan Demo Mahasiswa di berbagai Kota

Jakarta, Intra62.com . Beragam tuntutan Demo Mahasiswa di berbagai Kota. Aksi mahasiswa baru-baru ini kembali terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Ada banyak tuntutan yang menyertai aksi-aksi tersebut, termasuk masalah ekonomi dan kinerja pemerintah dan lembaga negara.

Di Jakarta, Senin (15/6/2026), banyak organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat melakukan demonstrasi di berbagai tempat. Sebuah demonstrasi yang diorganisir oleh Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis (Perisai) menyampaikan dua puluh tuntutan yang disebut sebagai “11+9”.

Muhammad Rizaldy, Ketua Umum Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (FMN), mengatakan massa aksi berkumpul di satu titik sebelum long march menuju Bundaran HI. Aksi tersebut melibatkan berbagai organisasi lintas kampus dan wilayah.

Rizaldy menyatakan bahwa mereka melakukan aksi bersama Aliansi Perisai, yang terdiri dari FMN Pusat, GMNI Jakarta Selatan, KABMU UNAS, KBM UT Jakarta, Sentral Perjuangan Pemuda, Aliansi Cipayung Plus Jakarta Barat, GMNI Jakarta Pusat, dan GMNI Depok.

Dalam tindakannya, Aliansi Perisai mengemukakan sebelas tuntutan penting, termasuk:

– Berhenti menaikkan harga bahan bakar dan bahan pokok

– Meningkatkan pelemahan nilai tukar rupiah

-Hentikan program MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dinilai memerlukan     KKN.

– Menghentikan trend pemutusan hubungan kerja massal

– Cabut Perundang – undangan Polisi

– Berhenti membangun batalion teritorial TNI.

– Meningkatkan defisit APBN dan menghentikan pemborosan anggaran pertahanan dan     keamanan

– Meningkatkan kompensasi pengajar honorer secara wajar

– Menolak Sekolah Rakyat, memenuhi pengeluaran pendidikan wajib 20%, dan memberikan     akses pendidikan 3T

– Memberikan BPI Danantara kepada masyarakat umum

– Pencopotan menteri keuangan, ekonomi, dan energi

Sembilan tuntutan

Selain itu, terdapat sembilan tuntutan umum yang mencakup masalah hak asasi manusia, pendidikan, dan agraria, antara lain:

– Hindari penggusuran dan perampasan lahan

– Menghentikan Proyek Strategis Nasional (PSN), yang dianggap mengurangi ruang hidup

– Mendukung hak rakyat Papua atas tanah dan kemandirian

– Menghentikan PTN-BH dan kenaikan biaya sekolah

– Meningkatkan upah buruh dengan mempertimbangkan kebutuhan hidup layak (KHL)

– Hentikan intimidasi, kriminalisasi, dan kekerasan terhadap aktivis dan pejuang HAM

– Tegakkan supremasi sipil dan hentikan militerisasi

– Berhenti melakukan kekerasan terhadap perempuan dan orang-orang yang menganut budaya patriarkal

– Menciptakan industri nasional yang bergantung pada reforma agraria yang sebenarnya

Unjuk rasa BEM UI

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) juga akan melakukan demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta, Jumat 12 Juni 2026. Sekitar seribu siswa melakukan aksi “Menuju Indonesia Bangkrut” setelahnya.

Menurut Albani Hilmi, Ketua Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, massa aksi membawa sejumlah tuntutan kepada pemerintah mengenai kebijakan ekonomi dan program nasional.

Ini adalah persyaratan BEM UI:

– Menghentikan pemborosan APBN

– Menurunkan biaya bahan pokok dan bahan bakar tambahan

– Mengakhiri program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes).

– Menghentikan penggunaan militer di lingkungan sipil

– Meminta pemerintah untuk mengakui kesalahan mereka dan tidak mengelak

Unjuk rasa di Yogyakarta 

Mahasiswa juga berunjuk rasa di kawasan pertigaan Gejayan, Jalan Affandi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu 13 Juni 2026. Mereka yang hadir membawa berbagai spanduk dan poster bertuliskan kritik, seperti “Stop MBG”, “Rupiah dan BBM Turun”, dan “Stop Pemborosan APBN”.

Demonstrasi di Medan

Aksi tersebut dilakukan Senin (15/6/2026) di Gedung DPRD Sumatera Utara di Jalan Imam Bonjol, Medan.

Ratusan mahasiswa mengikuti aksi yang dimotori BEM Universitas Sumatera Utara (BEM USU), yang dilindungi oleh 620 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub.

BEM USU mengkampanyekan sembilan tuntutan utama, termasuk:

– Pengawasan subsidi dan stabilitas harga BBM

– Pengawasan APBN/APBD

– Penolakan polisi untuk melakukan dua fungsi

– Mengevaluasi dan mengakhiri program MBG

– Pentingnya pendidikan di negara ini

– Percepatan RUU tentang Masyarakat Adat

– Penanganan bencana dan penindakan tambang ilegal

– Peningkatan layanan publik lokal

– Pembagian janji 19 juta pekerjaan

Demo di Lampung

Di Lampung, Senin (15/6/2026), ratusan mahasiswa dari Aliansi Lampung Tarik Mandat juga melakukan demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Provinsi Lampung. Massa mulai berkumpul sejak pukul 10.30 dengan membawa mobil komando, kendaraan, dan atribut organisasi.

Massa menyanyikan lagu perjuangan “Buruh Tani” sebelum menyampaikan orasi di depan gerbang Pemprov Lampung selama aksi tersebut.

Tuntutan yang diajukan oleh mahasiswa di Lampung:

– Menjadikan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis sebagai program prioritas nasional

– Menurunkan biaya bahan pokok dan bahan bakar tambahan

– Menghentikan program MBG dan Red Cross

– Merevisi UU Kepolisian

– Menghentikan militerisme di lingkungan publik

– Menjalankan pajak kekayaan dan meningkatkan penegakan HAM

Demontrasi di Semarang

Di Semarang, aksi digelar oleh aliansi mahasiswa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Senin (15/6/2026). Aksi ini merupakan bagian dari gelombang demonstrasi yang menyoroti kondisi ekonomi serta berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai membebani masyarakat.

Sebelum menuju lokasi aksi, ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Semarang terlebih dahulu berkumpul di kawasan PT Pertamina Patra Niaga RJBT. Massa kemudian melakukan long march melintasi kawasan Tugu Muda hingga menuju Kantor DPRD Jawa Tengah di Jalan Pahlawan sebelum melanjutkan aksi di depan Kantor Gubernur Jateng.

Aksi tersebut mengusung tajuk “Pantura” atau Panca Tuntutan Rakyat. Dalam aksi ini, massa juga sempat membakar ban bekas di depan Kantor DPRD Jawa Tengah yang menyebabkan kepulan asap hitam membumbung di lokasi.

Tuntutan mahasiswa di Semarang (Panca Tuntutan Rakyat):

-Menurunkan harga BBM dan menstabilkan nilai tukar rupiah

-Mengembalikan TNI dan Polri ke fungsi utama

-Mengevaluasi total program MBG dan KDMP

-Mengembalikan kepemilikan tanah kepada rakyat

-Menghentikan praktik KKN di pemerintahan

Baca juga : Kapolda Metro Jaya pentingnya sikap humanis di demo mahasiswa

( Anisa-red )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/