Jakarta, Intra62.com –
Nilai tukar rupiah melemah 17 poin atau 0,09 persen pada Jumat pagi menjadi Rp18.066 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp18.049 per dolar AS.
Muhammad Amru Syifa dari Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mengatakan bahwa data neraca perdagangan Indonesia (NPI) yang tidak sesuai dengan ekspektasi pasar menyebabkan pelemahan rupiah.
“Sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah berasal dari sisi domestik, terutama setelah data neraca perdagangan Indonesia yang dirilis pada 2 Juni 2026 menunjukkan perdagangan April 2026 hanya mencapai 0,09 miliar dolar AS, jauh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,32 miliar dolar AS dan di bawah ekspektasi pasar.”
Kondisi ini dianggap menunjukkan tekanan pada rupiah karena pasokan devisa yang berkurang dari aktivitas perdagangan internasional.
Menurutnya, dari sudut pandang eksternal, pergerakan rupiah terus dipengaruhi oleh kekuatan dolar AS di tengah tingginya ketidakpastian global dan menariknya aset berbasis dolar.
Selain itu, setelah peraturan yang memperluas fungsi bank sentral disetujui, investor khawatir tentang kemandirian Bank Indonesia. Akibatnya, pelaku pasar lebih berhati-hati terhadap aset Indonesia.
Bank Indonesia disarankan untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar melalui intervensi yang tepat di pasar valas, Forward Non-Deliverable Domestic (DNDF), dan obligasi serta menjaga kecukupan likuiditas valuta asing.
Sementara itu, Amru mengatakan bahwa pemerintah harus memperkuat kepercayaan investor melalui konsistensi kebijakan ekonomi, menjaga kredibilitas fiskal, dan mendorong optimalisasi devisa hasil ekspor untuk menjaga pasokan valas di dalam negeri.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak secara dinamis, dengan kecenderungan tetap berada dalam tekanan pada kisaran Rp18.000 hingga Rp18.110 per dolar AS.
Baca Juga : Tekanan Seluruh Dunia dan Dalam Negeri Mendorong Nilai Rupiah Menjadi Rp17.500.
Baca Juga : Rupiah Memainkan Peran Penting Dalam Mengarahkan Dana Asing ke Pasar Saham
(Red).
