Jakarta, Intra62.com –
Menurut Badan Gizi Nasional (BGN), sekitar enam juta liter minyak jelantah yang berasal dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk mendukung ekonomi sirkular dan pertumbuhan energi hijau di seluruh negeri.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan bahwa setiap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Pulau Jawa menghasilkan sekitar 500 hingga 590 liter minyak jelantah setiap bulan. Dengan 17.200 SPPG saat ini di Pulau Jawa, potensi produksi minyak jelantah mencapai 6 juta liter sebulan.
Dalam keterangan resmi yang diberikan di Jakarta, Jumat, dia menyatakan, “Jadi, kalau dikalikan 500 liter itu kurang lebih akan ada sekitar 6 juta liter per bulan.”
Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rata-rata menggunakan 800 liter minyak goreng setiap bulan, yang sebagian besar diubah menjadi minyak jelantah, menurut Dadan.
Dadan menyatakan, “Di luar dugaan saya, setiap SPPG ini menggunakan 800 liter minyak goreng setiap bulan, di mana 70 persennya akan berakhir menjadi minyak jelantah.”
Adadan menyatakan bahwa untuk menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat Program MBG, penggunaan minyak goreng di lingkungan SPPG juga dibatasi.
Dadan menyatakan, “Perlu diketahui bahwa minyak di BGN tidak boleh digunakan terlalu sering, rata-rata tiga kali goreng lalu menjadi minyak jelantah.”
Selain menggunakan minyak jelantah, BGN mulai mendorong penggunaan sumber energi alternatif di lingkungan operasi SPPG. Di beberapa wilayah, mereka mulai menggunakan jaringan gas alam dan gas kompresi murni (CNG) untuk menciptakan sistem energi yang lebih bersih dan efisien.
Menilai potensi jutaan liter minyak jelantah ini dapat memperkuat kemandirian energi nasional dan memulai kerja sama pengembangan energi hijau berbasis ekonomi sirkular.
Dia mengatakan, “Saya kira ini bisa menjadi langkah awal untuk program kerja sama kita, sehingga minyak yang dulunya sampah menjadi uang yang bernilai.”
Baca Juga : BGN: Perputaran Dana di Jabar Melalui MBG Mencapai Rp6 Triliun Per Bulan.
Baca Juga : BGN: MBG Diperlukan untuk 65% Masyarakat Indonesia.
(Red).
