• Tue. May 5th, 2026

BRIN Menekankan Pengawasan Maksimal Pada Berbagai Aspek Penting Dari Program MBG.

ByBunga Lestari

May 5, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Untuk menghindari hasil yang tidak diinginkan, Dede Anwar Musadad, peneliti dari Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menekankan pentingnya menjalankan pengawasan yang ketat di berbagai titik penting Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di Jakarta, Selasa, dia menyatakan, “Program MBG merupakan program prioritas nasional, sehingga pelaksanaannya harus diawasi agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.”

Dede menekankan bahwa elemen pendukung seperti ketersediaan air bersih, sanitasi yang memadai, higiene pribadi, dan pengelolaan limbah yang baik sangat penting.

Selain itu, ia mendorong peningkatan kemampuan sumber daya manusia dan standarisasi fasilitas untuk mengurangi risiko.

Dede menilai bahwa kedua poin tersebut merupakan elemen penting dalam setiap fase pengelolaan pangan, yang harus dikendalikan secara ketat untuk mengurangi risiko kesehatan.

Menurutnya, peningkatan kapasitas tenaga sanitasi lingkungan dan standarisasi fasilitas pengolahan pangan merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa program MBG berjalan aman dan berkelanjutan.

Dede menunjukkan bahwa ada dasar hukum yang kuat untuk keamanan pangan di seluruh negeri, termasuk Undang-Undang Pangan, yang menekankan pentingnya makanan yang aman, higienis, bermutu, dan bergizi.

Ia menekankan bahwa sanitasi harus diterapkan secara menyeluruh di seluruh rantai proses pangan dan bahwa setiap pihak yang terlibat dalam rantai proses memiliki tanggung jawab untuk mengendalikan risiko.

Dia menegaskan bahwa, karena jumlah penerima manfaat Program MBG mencapai puluhan juta, pemangku kepentingan terkait harus sangat memperhatikan kompleksitas program karena rantai distribusi yang panjang dan luas meningkatkan risiko kontaminasi.

Dede menyatakan bahwa produksi makanan dalam jumlah besar dengan proses yang panjang meningkatkan kemungkinan kontaminasi, terutama karena kelompok sasaran seperti anak sekolah termasuk dalam kelompok rentan.

Dede mengingatkan bahwa standar operasional dalam pelaksanaan program harus seragam dari hulu ke hilir di setiap wilayah karena, pada dasarnya, kasus keracunan dapat dicegah.

Dede Anwar Musadad menyatakan bahwa keracunan pangan seharusnya dapat dicegah karena menyangkut kesehatan masyarakat dan menjadi perhatian serius.

Baca Juga : BRIN Melakukan Penelitian Tentang Bantalan Rel Berbasis Karet Komposit Keamanan Kereta Api.

Baca Juga : BRIN: Waspadai Kemungkinan Wabah Pes Kembali di Indonesia.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/