Jakarta, Intra62.com –
Mulai Kamis (30/4), Bank Indonesia (BI) mulai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) antarnegara ke China. Ini memungkinkan transaksi masuk dan keluar antara orang Indonesia dan China dengan memindai kode QR.
Namun, penggunaan QR China saat ini masih terbatas, termasuk UnionPay QR, Alipay QR, dan unified QR dengan logo UnionPay dan Alipay. QR China lainnya, seperti WeChat Pay QR, masih perlu dikembangkan dan disesuaikan oleh teknologi.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan saat peluncuran di Jakarta, Kamis, “Jadi, setiap kali kita ke Tiongkok atau warga Tiongkok ke Indonesia, jangan gunakan uang tunai, cukup gunakan ponsel Anda dan voila, Anda bisa membeli apa saja.”
Ia berpendapat bahwa sektor perbankan harus beradaptasi dengan inovasi, kecerdasan buatan (AI), dan digitalisasi di tengah transformasi global yang cepat. Ini memerlukan peningkatan investasi dalam teknologi dan sumber daya manusia.
Kami sangat senang menantikan peluncuran resmi QRIS (QRIS yang terhubung dengan QR China). Kami akan terus meningkatkan partisipasi dan penerimaan dengan menambahkan lebih banyak bank dan institusi pembayaran. Semua orang sangat senang dengan masa depan yang menanti mereka, kata Wang.
Santoso Liem, Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), melihat kolaborasi ini sebagai peluang besar mengingat kekuatan ekonomi digital Indonesia dan China.
Menurutnya, kolaborasi ini akan membuat transaksi lebih mudah, terutama dengan tingginya mobilitas wisatawan di kedua negara tersebut. Mereka juga berpotensi memperkuat hubungan bisnis di masa depan melalui transaksi lintas negara.
Menurut Santoso, integrasi sistem pembayaran dengan China masih secara bertahap. Meskipun China memiliki standar QR nasional, penyesuaian masih diperlukan untuk mengintegrasikan penyedia layanan secara internasional.
Dia mengatakan bahwa kerja sama dengan penyedia pembayaran lain di China, termasuk WeChat Pay, akan dilakukan di masa depan. Namun, implementasi masih dalam tahap eksplorasi karena diperlukan penyesuaian teknologi, terutama dalam hal integrasi platform dan koneksi sistem.
Santoso menyatakan, “Jadi mereka harus mengintegrasikan, tentu ada sedikit adjustment. Tapi untuk Alipay dan UnionPay sudah bisa digunakan.”
Baca Juga : Fadli Zon Mendorong Masyarakat Mengambil Manfaat dari Dana Abadi Kebudayaan.
Baca Juga : Bank Mega Syariah: Pembiayaan investasi emas karena minat tinggi
(Red).
