• Mon. Apr 27th, 2026

Fadli Zon Mendorong Masyarakat Mengambil Manfaat dari Dana Abadi Kebudayaan.

ByBunga Lestari

Apr 27, 2026

Jakarta, Intra62.com  –

Menteri Kebudayaan Fadli Zon meminta pelaku seni Indonesia yang tinggal di China untuk menggunakan Dana Indonesia Raya untuk mengembangkan seni Indonesia di luar negeri.

Di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, Minggu (26/4) malam, Fadli Zon menyatakan, “Tentu kami dengan senang hati ikut membantu dan soal biaya untuk penerjemahan karya-karya Indonesia ke bahasa Mandarin dapat memanfaatkan Dana Indonesia Raya, orang-orang yang ingin menerjemahkan karya Indonesia juga bisa mengajukan (proposal), dan pasti akan kita jadikan perhatikan.”

Saat berbicara dengan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Beijing dan wilayah sekitarnya, yang termasuk banyak dosen bahasa Indonesia di universitas-universitas di kota-kota Tiongkok, Fadli mengatakan hal itu.

Woro Januarti, dosen bahasa Indonesia di Universitas Studi Internasional Hebei di provinsi Hebei, mengatakan bahwa dia ingin memperkenalkan sastra Indonesia ke China. Dia mengatakan bahwa hanya ada beberapa karya sastra Indonesia yang telah diterjemahkan ke bahasa Mandarin.

Woro menyatakan bahwa dia tidak setuju bahwa investasi dari China masuk ke Indonesia dalam jumlah besar, tetapi dia (dosen) berbicara tentang karya sastra yang masih kosong. Sebagian besar buku terjemahan bahasa Indonesia di Tiongkok adalah buku klasik seperti karya Pak Habibie, novel Andrea Hirata, dan “Cantik itu Luka” Eka Kurniawan, selain itu tidak ada.

Woro mengatakan bahwa ia ingin ada hubungan dekat antara sastrawan Indonesia dan China, seperti saat sastrawan Pramoedya Ananta Toer berkunjung ke Beijing atas undangan Lembaga Sastrawan China Pusat untuk menghadiri peringatan ke-20 hari wafatnya pengarang revolusi China, Lu Xun.

Woro menyatakan, “Kami selaku penulis dan dosen juga memiliki komunitas yang datang ke sekolah-sekolah di Jakarta untuk mengajarkan karya sastra, jadi kami harap mendapat dukungan bidang sastra dan penerjemahan.”

Fadli Zon menyatakan bahwa kegiatan penerjemahan sesuai dengan keinginan Kementerian Kebudayaan untuk menerjemahkan sastra Indonesia ke bahasa asing, menanggapi permintaan Woro.

Fadli mengatakan bahwa penelitian tentang sastra Tiongkok relatif sedikit, dan dia sendiri belajar sastra Rusia. Dia percaya bahwa apa yang disampaikan menjadi salah satu catatan untuk catching up yang kita perlukan untuk menerjemahkan lebih banyak karya sastra Indonesia.

Selain itu, salah satu mahasiswa Indonesia yang hadir dalam sesi dialog tersebut juga meminta dukungan untuk festival atau pertunjukan yang dilakukan oleh mahasiswa untuk memperkenalkan budaya Indonesia di China.

Dalam hal biaya, Anda dapat mengunjungi situs Dana Indonesia Raya. Menurut perkiraan, biaya yang tersedia untuk satu proposal adalah sekitar Rp200 hingga 300 juta, yang tidak terlalu besar, tetapi kami berharap dampak akan terasa. Fadli menjelaskan bahwa skema “kolaborasi publik-privasi” dapat digunakan jika ingin lebih luas.

Baca Juga : Balai Pelestarian Kebudayaan Gorontalo Di Periksa Oleh Fadli Zon.

Baca Juga : Kolaborasi Kemenbud-TMII untuk Penghargaan Budaya.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/