• Mon. Apr 27th, 2026

BNPB: Petugas Gabungan Menghentikan Kebakaran di Kaltim dan Kalsel.

ByBunga Lestari

Apr 27, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Dalam dua hari terakhir, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan bahwa petugas gabungan telah berhasil menghentikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda tiga wilayah di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Di Jakarta, Senin, Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyatakan bahwa peristiwa pertama terjadi di Desa Empas, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada Minggu (26/4) siang.

Dia menyatakan bahwa lahan seluas 1,5 hektare terdampak dalam insiden tersebut. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim gabungan yang dipimpin oleh BPBD setempat. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Desa Senaken di Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, juga terkena karhutla pada hari yang sama. Saat proses pemadaman berlangsung, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, relawan, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) mungkin menghadapi kesulitan.

Dia mengatakan, “Meskipun kondisi semak belukar yang rimbun, ilalang kering, dan tiupan angin kencang di lokasi sempat menyulitkan petugas, lahan seluas satu hektare yang terbakar tersebut akhirnya berhasil dipadamkan pada hari itu juga.”

Kebakaran lahan seluas 4,3 hektare di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, juga telah padam pada Minggu (26/4).

Meskipun cuaca ekstrem masih mungkin terjadi di beberapa wilayah Indonesia, BNPB mengingatkan pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap kemungkinan karhutla.

Wilayah Sumatera Utara, Papua, dan Papua Selatan termasuk dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, menurut penilaian yang dilakukan Senin ini tentang tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah.

“Kami meminta partisipasi aktif warga untuk menjaga hutan dan melakukan patroli bersama aparat desa. Pencegahan dini merupakan langkah paling efektif untuk menghindari meluasnya area yang terbakar,” kata Abdul Muhari.

Agar lokasi api tidak berkembang menjadi kebakaran besar yang sulit dikendalikan, ia menekankan bahwa pengendalian karhutla bergantung pada kecepatan respons di tingkat tapak.

Baca Juga : Pemprov: R3P bencana Aceh diberikan kepada BNPB sebesar Rp153 triliun.

Baca Juga : BNPB: Keamanan Warga Menjadi Prioritas Saat Relokasi Korban Longsor Tapanuli Utara.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/