Jakarta, Intra62.com –
Untuk membangun ketahanan iklim, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama.
Di Makassar, Sulsel, Jumat, Rijal M Idrus, PhD, Ketua Pusat Studi Perubahan Iklim Unhas, menyatakan bahwa tujuan utama kolaborasi tersebut adalah meningkatkan pengetahuan tentang perubahan iklim dengan menggunakan bukti ilmiah yang dapat diakses oleh masyarakat luas.
Selain itu, program peningkatan kapasitas, yang memenuhi sasaran berbagai pemangku kepentingan lokal, merupakan bagian penting dari kolaborasi ini.
Dia menyatakan bahwa upaya ini akan mencakup peningkatan kemampuan untuk melaksanakan aksi iklim melalui pelatihan dan pendampingan.
Salah satu strategi penting untuk memperluas jangkauan intervensi adalah memasukkan program ke dalam skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Dia menyatakan bahwa siswa diharapkan berperan sebagai agen perubahan yang mampu menerapkan solusi sains di masyarakat.
Irawan Asaad, Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim di KLH, mengatakan bahwa kerja sama di Unhas dapat diperkuat dengan berbagi data dan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat.
Dia mengatakan bahwa memiliki data yang terintegrasi sangat penting untuk membuat kebijakan yang responsif dan berbasis nyata.
Dia mengatakan bahwa mendukung kegiatan penelitian adalah bagian penting dari meningkatkan basis ilmiah setiap program.
Diharapkan penelitian ini dapat menghasilkan solusi baru untuk menangani dan mengadaptasi perubahan iklim di Indonesia.
Dia menambahkan, “Pendampingan implementasi aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat lokal, termasuk pengelolaan sampah berkelanjutan, dapat dilakukan secara bersama-sama, yang nantinya diharapkan mampu memberikan dampak nyata sekaligus menjadi model replikasi di wilayah lain.”
Setiap kebijakan dan tindakan didasarkan pada data, dan pendekatan berbasis sains memastikan bahwa setiap kebijakan dan tindakan didasarkan pada data. Dengan bantuan pemodelan iklim, data meteorologi, dan penelitian empiris, pemerintah dapat mengukur risiko secara akurat dan merancang strategi adaptasi yang efektif.
Baca Juga : KLH Meningkatkan Peran Daerah Dalam Implementasi Nilai Ekonomi Karbon.
Baca Juga : “Trump” Penurunan Harga Minyak Akan Terjadi Jika Iran Menghentikan “Ancaman Nuklirnya”.
(Red).
