Jakarta, Intra62.com –
Untuk membuat ikan hasil tangkapan lebih mudah diakses dan bersaing di pasar global, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menganjurkan para pengusaha perikanan untuk mulai menggunakan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional, juga dikenal sebagai “Stelina.”
Kriteria produk unggulan di pasar global telah berubah, kata Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf. Saat ini, kualitas fisik sendiri tidak cukup jika tidak disertai dengan bukti keberlanjutan dan legitimasi.
“Produk perikanan yang dibutuhkan saat ini bukan lagi sekadar produk yang bagus, tetapi juga yang berasal dari rantai pasokan yang legal, transparan, tertelusur, serta menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial,” kata Didit dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat.
Dia menyatakan bahwa konsumen di seluruh dunia sekarang lebih tertarik untuk informasi lebih lanjut tentang asal-usul produk, teknik penangkapan, dan dampak budidaya terhadap ekosistem karena kesadaran lingkungan semakin meningkat.
Dia mengatakan bahwa Stelina adalah alat yang memungkinkan ikan untuk merekam setiap fase perjalanannya secara transparan.
Pada 8 April 2026, KKP akan menyelenggarakan Workshop Peralignment Teknik dan Kolaborasi Industri untuk Seafood Traceability.
Tujuan dari forum ini adalah untuk meningkatkan pemahaman teknis antara pemerintah dan pelaku usaha tentang seberapa penting sistem ketertelusuran untuk mendapatkan kepercayaan pembeli internasional.
Menurut Didit, Kampung Nelayan Merah Putih juga akan menggunakan sistem pelacakan ini agar hasil tangkapan nelayan di desa-desa dapat dijual di pasar lokal dan memiliki profil ketertelusuran yang jelas sehingga dapat mencapai pasar ekspor.
Menurut Machmud, Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Stelina bekerja menggunakan basis interoperabilitas antarsistem. Teknologi QR Code, yang merangkum data dari hulu ke hilir, adalah produk akhir.
Machmud mengatakan, “Sistem ini memberikan gambaran menyeluruh kepada konsumen dan sekaligus menepis isu negatif bahwa produk perikanan Indonesia berasal dari praktik penangkapan ikan ilegal atau metode yang merusak lingkungan.”
Baca Juga : Dengan Menggunakan Bahan Acuan Laboratorium, KKP Meningkatkan Kualitas Perikanan.
Baca Juga : KemenPPPA-KKP Memberikan Bantuan Kepada Perempuan Penyintas Banjir Di Sumatra.
(Red).
