• Thu. Jun 4th, 2026

Kementerian Kesehatan Membebaskan Biaya RSCM untuk Aktivis KontraS yang Menjadi Korban Disiram Air Keras.

ByBunga Lestari

Mar 17, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Wakil Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang Dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus (AY), yang beberapa waktu lalu terkena air keras, menerima biaya penanganan gratis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Rumah Sakit Citro Mangunkusumo (RSCM).

Di Jakarta, Selasa, Juru Bicara Kemenkes Widyawati menyatakan, “Iya, ada yang dirawat di RSCM dan akan kita gratiskan.”

Sebelum ini, diberitakan di media bahwa aktivis tersebut tewas pada Kamis (12/3) malam.

Pasien laki-laki berinisial AY (27 tahun) dengan luka bakar yang disebabkan oleh cairan kimia yang terkena wajah dan beberapa bagian tubuh telah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa, menurut RSCM.

Di Jakarta, Selasa, Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara mengatakan pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat (13/3) dini hari sekitar pukul 12 malam dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, dan kedua lengan, serta gangguan penglihatan pada mata kanan.

Yoga mengatakan bahwa pengobatan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan kondisi pasien. Ini termasuk kemungkinan prosedur rekonstruksi jaringan dan prosedur lanjutan untuk mendapatkan pemulihan fungsi penglihatan yang paling optimal.

Tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi setelah tiba di IGD. Dia menambahkan, “Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan bahwa area luka terpapar zat kimia asam. Sebagai penanganan awal, tim medis melakukan irigasi atau pencucian pada area yang terpapar untuk mengurangi dampak zat kimia dan menormalkan kondisi jaringan.”

Hasil pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa pasien mengalami luka bakar sekitar 20% pada bagian tubuh dan trauma kimia pada mata kanan pada fase akut dengan derajat keparahan tingkat tiga, yang menyebabkan penurunan tajam pada penglihatan dan kerusakan pada permukaan kornea.

Dia menyatakan bahwa untuk menangani kondisi tersebut, pasien menjalani prosedur pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion untuk melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan.

Pasien kemudian dirawat di High Care Unit (HCU) luka bakar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut dan pemantauan oleh tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, dan tim medis kegawatdaruratan.

Dia mengatakan bahwa terapinya termasuk perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, dan vitamin, serta pengobatan untuk mengontrol tekanan bola mata.

Dia menyatakan bahwa RSCM berkomitmen untuk memberikan pelayanan medis yang komprehensif dan profesional bagi setiap pasien yang membutuhkan penanganan kasus trauma kompleks serupa.

Baca Juga : DPD Republik Indonesia Meminta Kemenkes Mempercepat Penugasan dokter-nakes di Papua Barat Daya.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/