Jakarta, Intra62.com –
Menurut laporan Departemen Layanan Kesehatan Bolivia pada Kamis (26/2), jumlah kasus infeksi virus chikungunya terus meningkat di departemen Santa Cruz di timur Bolivia.
Julio Cesar Koca, direktur lembaga tersebut, menyatakan bahwa kurva epidemiologis masih belum mencapai puncaknya, dengan 901 kasus baru dilaporkan pada pekan epidemiologis terakhir.
Hingga 2026, tercatat 3.938 kasus terkonfirmasi, kata Koca. Jika hujan yang memicu perkembangbiakan nyamuk berhenti, puncak epidemi dapat terjadi dalam sekitar tiga pekan lagi.
Pada 9 Februari, kematian pertama yang dikonfirmasi sebagai akibat wabah tersebut, peringatan darurat merah untuk wabah itu diberlakukan.
Di kawasan permukiman perkotaan dan pinggiran perkotaan di 27 kota di departemen yang terdampak, pekerja kesehatan telah melakukan fumigasi dan penanganan sarang nyamuk yang lebih intensif sejak saat itu.
Demam chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti. Gejalanya termasuk demam tinggi mendadak, nyeri hebat pada otot dan sendi, sakit kepala, dan kelelahan.
Baca Juga : Polisi Mengajukan 30 Pertanyaan Kepada Reza “Arap” Mengenai Kematian Lula Lahfah.
(Red).
