Jakarta, Intra62.com – Otoritas Singapura akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh di bandara untuk pesawat yang datang dari daerah yang terkena dampak virus Nipah dan memperketat pengawasan epidemiologis terhadap pekerja yang datang dari Asia Selatan.
“Badan Pengendalian Penyakit Menular (CDA) memantau secara ketat wabah infeksi virus Nipah (NiV) di Benggala Barat, India. Ini merupakan wabah ketujuh di negara itu sejak tahun 2001… Kami akan menerapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara untuk penerbangan yang tiba dari daerah terdampak,” kata CDA pada Rabu (28/1).
“Selain itu, Kementerian Tenaga Kerja (MOM) juga meningkatkan pengawasan terhadap pekerja migran yang baru tiba dari Asia Selatan serta bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan primer MOM untuk meningkatkan kewaspadaan mereka,” katanya.
CDA tidak menutup kemungkinan tindakan tambahan diambil jika risiko epidemiologis terhadap negara meningkat.
Pada Selasa, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India mengklaim hanya ada dua kasus virus Nipah yang dikonfirmasi di negara bagian Benggala Barat, membantah laporan bahwa ada lima kasus.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut virus Nipah sebagai salah satu virus paling berbahaya di dunia, dan belum ada pengobatan atau vaksin untuknya.
Kelelawar buah dan kelelawar lainnya adalah cara utama virus menyebar, tetapi manusia biasanya terinfeksi karena mengonsumsi buah yang mengandung air liur hewan yang terinfeksi. Hewan peliharaan juga dapat menyebarkan virus.
Baca Juga : Penipuan Di Singapura Akan Dihukum Cambuk Pada Akhir Tahun .
Baca Juga : Singapura Mencegah Penyelundupan 20 Cula badak Dari Afsel Ke Laos.
(Red).
