• Thu. Apr 23rd, 2026

Akibat Perubahan Lingkungan, Jamaah Haji Rentan Terhadap Stres Alami.

ByBunga Lestari

Jan 19, 2026

Jakarta, Intra62.com – Menurut Prof. Abdul Mujib, Guru Besar Psikologi di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, perubahan lingkungan menyebabkan jamaah haji di Tanah Suci mengalami stres.

Mujib menyatakan bahwa faktor utama yang menyebabkan stres di Arab Saudi adalah pergeseran drastis dari lingkungan rumah yang serba mandiri ke lingkungan asrama yang serba komunal.

Setelah menjadi pemateri di diklat calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin,

Mujib menyatakan, “Karena dengan perubahan waktu, perubahan sosial, perubahan segalanya itu,

Perubahan. lingkungan bdengan kondisi yang awalnya serba mandiri di rumah, kemudian harus dengan akomodasi bersama, itu akan menjadi masalah.”

Oleh karena itu, dia menambahkan bahwa para petugas haji harus memiliki asumsi dasar bahwa jamaah akan mengalami masalah psikologis.

Asumsi ini penting bukan untuk menakut-nakuti mereka, tetapi untuk menjamin kesiagaan penuh sejak awal.

Di Tanah Suci, ada banyak penyebab stres, mulai dari perbedaan budaya dan iklim ekstrim hingga perubahan pola hidup sehari-hari.

Ia mencontohkan kliennya yang di rumahnya terbiasa menjaga privasi yang tinggi, tetapi tiba-tiba harus tidur bersama orang yang berbeda, berbagi kamar mandi, dan makan makanan yang mungkin tidak sesuai dengan preferensi mereka.

Mujib mengatakan bahwa mengumpulkan hal-hal kecil ini dapat menyebabkan kemarahan atau depresi jika tidak ditangani dengan baik.

Mujib menganjurkan setiap petugas haji untuk menguasai kemampuan dasar Pertolongan Pertama Psikologis.

Petugas tidak perlu menjadi psikolog, tetapi mereka harus dapat menenangkan pasien yang stres atau panik.

“Setidak-tidaknya ada sesuatu yang umum bisa dikuasai. Misalnya, cara menenangkan orang yang lagi stres atau depresi.”

Ia mengingatkan bahwa tidak ada dua pendekatan penanganan stres yang sama. Jamaah dari perkotaan mungkin memiliki respons stres yang berbeda dari jamaah dari pedesaan.

Untuk memberikan respons yang tepat, petugas harus dengan hati-hati membaca latar belakang sosiologis klien.

“Jika masalah psikologis terlalu berat, petugas harus segera merujuk klien tersebut ke tenaga ahli atau tim kesehatan yang tersedia,” katanya.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/