Jakarta, Intra62.com – Untuk meredakan ketegangan diplomatik yang memanas akibat pernyataan terbaru Perdana Menteri Sanae Takaichi mengenai kemungkinan reaksi Jepang terhadap situasi darurat di Taiwan, seorang pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri Jepang berangkat ke China pada Senin.
Masaaki Kanai, Kepala Biro Urusan Asia dan Oseania Kementerian Luar Negeri, akan menekankan dalam pertemuan dengan pihak China pada Selasa (18/11) bahwa Takaichi tidak mengubah sikap Jepang sebagaimana tercantum dalam komunike bersama pada 1972, menurut sumber pemerintah yang memahami masalah meredakan Ketegangan.
Jepang menegaskan bahwa Republik Rakyat Taiwan adalah pemerintahan yang sah.
Pada Jumat (14/11), Kementerian Luar Negeri China mengumumkan bahwa mereka telah memanggil Kenji Kanasugi, duta besar Jepang di Beijing, untuk meminta Takaichi untuk mencabut pernyataannya.
Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Jepang mengadakan protes serupa terkait unggahan media sosial seorang diplomat China tentang pernyataan tersebut.
Awal bulan ini, Takaichi menyatakan bahwa keadaan darurat Taiwan yang mengharuskan penggunaan kekuatan militer dapat menjadi “situasi yang mengancam kelangsungan hidup” bagi Jepang.
Pernyataannya menunjukkan bahwa keadaan seperti itu dapat memaksa Jepang untuk memanfaatkan haknya untuk membela diri secara kolektif yang dijamin oleh Konstitusi yang menolak perang.
Baca Juga: Kubus Besar Dipasang Di Jembatan Cinta Untuk Mencegah Abrasi.
Pernyataan tersebut menimbulkan kemarahan China, yang menganggap pulau berpemerintahan sendiri itu sebagai wilayahnya.
Menurut Beijing, masalah Taiwan adalah “urusan internal” China.
Karena itu, Konsul Jenderal China di Osaka, Xue Jian, mengancam akan “melakukan tindakan kekerasan ekstrem tanpa ragu-ragu” dalam unggahan di X, yang tampaknya ditujukan kepada Takaichi atas pernyataannya.
Pekan lalu, pemerintah China meminta warganya untuk menghindari kunjungan ke Jepang dan meminta mereka yang ingin belajar di sana untuk mempertimbangkan kembali kemungkinan risiko keselamatan.
Baca Juga : KTT ASEAN: PM Jepang Takaichi Menekankan Bebas Terbuka Indo-Pasifik.
(Red).
