Jakarta, Intra62.com – Menurut penelitian yang dilakukan oleh Bayer Juwiring Agriculture Research and Academy (JUARA) di Klaten, Jawa Tengah, program pendampingan dapat meningkatkan produktivitas petani hingga 20 persen, terutama untuk produk jagung.
Kukuh Ambar Waluyo, Head of Field Solutions Bayer South East Asia and Pakistan, mengatakan bahwa untuk memastikan hasil riset dapat diterapkan langsung di lapangan, pendampingan dilakukan bersama petani di berbagai daerah dengan melibatkan peneliti lokal dan universitas.
Di Klaten, Kamis, dia menyatakan bahwa setelah petani mendapat pendampingan, rata-rata produktivitas meningkat 20 persen. Dari yang semula 5–7 ton per hektare, hasilnya kini bisa lebih tinggi tergantung kondisi lahan dan irigasi.
Ia mengatakan bahwa memilih benih yang baik seperti Serino dan Jolilin, yang memiliki siklus tanam lebih pendek dan memiliki ketahanan lebih baik terhadap hama sundep, adalah bagian dari pendampingan.
Petani juga dididik tentang pengendalian hama terpadu dan sistem tanam blok untuk mengurangi kemungkinan gagal panen.
“Petani dapat membandingkan hasil sebelum dan sesudah pendampingan karena pendekatan kami praktis dan langsung di lahan,” katanya.
Kukuh mengatakan bahwa semangat petani di Juwiring telah mendorong semangat serupa di daerah lain seperti Sragen, Brebes, dan Kebumen, di mana lembaganya saat ini juga mengembangkan metode pendampingan bersama.
Kukuh menyatakan, “Kami berharap semakin banyak petani yang bisa merasakan manfaat dari riset dan teknologi pertanian Bayer JUARA.”
Baca Juga :PERFORMANCE RIGHT HAKI DISAMPAIKAN DPP AWDI.
( Red ).
