• Mon. Apr 20th, 2026

Plt Ketum DPP AWDI Balham wadja SH Minta Agar  Kinerja ” Demokrasi Pura-Pura”  dihentikan dalam Politik Nasional.

ByAF

Aug 17, 2024
plt ketua umum dpp awdi

Yogyakarta ,Intra62.com. Plt Ketum DPP AWDI Balham wadja SH Minta Agar  Kinerja ” Demokrasi Pura-Pura”  dihentikan dalam Politik Nasional. Hal ini disampaikan dalam refleksi peringatan HUT RI ke 79 di Yoyakarta , Sabtu ( 17/8 /2024 ).

Kepemimpinan Presiden selama 2 kali periode banyak sekali perubahan .Baik perubahan secara positif berupa maraknya infrastruktur yang dibangun . Hutang negara yang tembus 7000 T , Juga perubahan ke arah kemunduran berdemokrasi .

Lebih jauh Plt Ktum AWDI Balham Wadja SH memberikan kriteria Demokrasi pura-pura . Atau  demokrasi yang tidak benar-benar dijalankan sesuai prinsip-prinsip demokrasi yang sesungguhnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Pemilu yang Tidak Adil: Pemilu mungkin diadakan, tetapi hasilnya telah diatur atau dikendalikan sehingga hanya menguntungkan pihak tertentu. Kecurangan, manipulasi suara, atau intimidasi pemilih adalah umum.

Keterbatasan Kebebasan Berbicara: Meskipun ada klaim tentang kebebasan berbicara, kritik terhadap pemerintah sering kali dibungkam. Baik melalui sensor media, intimidasi, atau penangkapan para pengkritik.

Kekuatan Eksekutif yang Berlebihan: Kekuasaan terpusat di tangan pemimpin atau kelompok tertentu. Dan lembaga-lembaga lain seperti legislatif dan yudikatif tidak memiliki kekuatan nyata untuk mengawasi atau mengimbangi eksekutif.

Hak Asasi Manusia yang Dikesampingkan: Meskipun ada retorika tentang penghormatan terhadap hak asasi manusia, dalam praktiknya, hak-hak tersebut sering kali dilanggar. Kebebasan berkumpul, kebebasan pers, dan hak-hak dasar lainnya tidak dihormati.

Korupsi yang Merajalela: Korupsi sering kali menjadi bagian integral dari sistem, dengan pejabat publik menggunakan kekuasaan mereka untuk keuntungan pribadi tanpa ada konsekuensi hukum yang nyata.

Tidak Ada Partisipasi Rakyat yang Nyata: Meskipun ada mekanisme partisipasi seperti pemilu, rakyat sebenarnya tidak memiliki suara yang nyata dalam pengambilan keputusan. Keputusan penting sering kali diambil secara tertutup oleh elit penguasa.

Kontrol Ketat terhadap Media: Media massa dikendalikan oleh pemerintah atau pihak-pihak tertentu yang dekat dengan kekuasaan, sehingga informasi yang disampaikan ke publik cenderung bias dan memihak pemerintah.

Pura-Pura Demokrasi

Pembatasan pada Oposisi: Partai politik oposisi atau kelompok masyarakat sipil yang kritis terhadap pemerintah sering kali ditekan, dibatasi. Atau dihadapi dengan berbagai hambatan untuk beroperasi.

Simbolisme Demokrasi Tanpa Substansi: Pemerintah mungkin menggunakan simbol-simbol dan retorika demokrasi, seperti konstitusi dan lembaga-lembaga demokratis. Tetapi lembaga-lembaga ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan hanya ada untuk menunjukkan legitimasi.

Ciri-ciri ini menunjukkan adanya perbedaan besar antara demokrasi yang ideal dan praktik demokrasi yang hanya sekadar formalitas atau manipulatif , ” ujar Balham Wadja SH . Dia berharap di bawah kepemimpinan presiden baru Prabowo Subianto demokrasi kembali lahir dan tumbuh untuk kepentingan nasional .

( redx )

 

One thought on “Plt Ketum DPP AWDI Balham wadja SH Minta Agar  Kinerja ” Demokrasi Pura-Pura”  dihentikan dalam Politik Nasional.”
  1. pen nanyak sebenarnya plt ketum pa sekjen yak
    moon maaf ,serius nanyak
    karena muncul di beritanya lain2 jabatannya nya
    moon pencerahan ya min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/