Jakarta , Intra62.com. Desainer: 44 spesialis terlibat dalam desain Istana Garuda IKN untuk keamanan. Nyoman Nuarta, desainer atau perancang Istana Garuda Ibu Kota Nusantara (IKN), mengatakan bahwa untuk menentukan aspek keamanan dan ketahanan istana yang akan menjadi simbol nasional tersebut, dibutuhkan 44 orang ahli.
Mereka mengira saya melakukan segalanya. Betapa bodohnya dia berpikir seperti itu. Nyoman mengatakan kepada awak media pada Sabtu (10/8) bahwa dari tim kami sendiri, ada 44 orang (ada) profesor, doktor, ahli tanah, dan semua jenis ahli yang terlibat dalam pekerjaan ini.
Nyoman mengatakan bahwa tim yang terlibat terdiri dari profesor, doktor, ahli tanah, dan spesialis lainnya yang memastikan bahwa istana tidak hanya cantik tetapi juga aman dan berguna.
Ia juga mengatakan bahwa dalam proses desain ada banyak aspek teknis yang membutuhkan pengetahuan khusus. Salah satu contohnya adalah diskusi tentang kondisi panas dan termal ruangan.
Untuk melakukan penelitian dan pengujian, dia mengandalkan ahli yang menggunakan perangkat lunak canggih seperti smart geometrik.
Ini adalah ide yang benar dari saya, tetapi saya tidak dapat membuktikannya karena saya bukan ahlinya. Misalnya, berapa suhu ruangan? Selain itu, dia menyatakan, “Jika saya tidak dapat menjawab ketika ditanya, ahli saya yang akan menjawab.”
Baca juga : Moeldoko sebut mobil otonom jadi bagian rencana IKN
Nyoman menekankan bahwa proyek ini tidak hanya berfokus pada kewibawaan dan keindahan. Dia mengatakan bahwa faktor keamanan sangat penting karena Istana Garuda akan menjadi rumah bagi pejabat tinggi negara dan tamu internasional.
Ia menunjukkan bahwa keamanan adalah hal yang paling penting. Sebagai contoh, jika Presiden AS datang ke Istana Garuda IKN, mereka pasti akan memastikan semua aspek keamanan sudah terpenuhi sebelum mereka tiba.
Dia menjelaskan, “Saya mendesainnya, strukturnya saya desain, tapi menghitungnya, misalnya ketebalan baja harus sekian, pelat ini harus 3 cm atau 4 cm, kan yang ahlinya tahu hitungannya. Tapi saya yang kasih desainnya.”
Istana Garuda bukan Sisi Mistis
Istana Garuda dibangun dengan mempertimbangkan aspek teknis dan artistik. Nyoman menjelaskan bahwa, meskipun dia yang merancang struktur, perhitungan detail seperti ketebalan baja dilakukan oleh para ahli yang memahami seluk-beluknya.
Sesuai dengan peraturan tentang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Nyoman juga menekankan betapa pentingnya penggunaan produk lokal dalam proyek ini. Misalnya, baja yang digunakan dibeli dari Krakatau Steel dan diproses di pabrik baja besar di dalam negeri.
Bukankah arsitek kita ini dididik dengan cara itu? Kritikus ini berbicara dari sudut pandang anak-anak muda. Selain itu, dia menyatakan bahwa itu tidak dapat dilakukan secara mandiri karena ada ahli infrastruktur yang bertanggung jawab atas hal itu.
Selain itu, dia berpendapat bahwa desain istana ini berbeda dari konstruksi konvensional seperti ruko atau hotel. Untuk memastikan logam tetap stabil dan tidak bergelombang, proses ini menggunakan teknologi canggih seperti las laser.
Nyoman kemudian menekankan bahwa desain yang dia buat telah mendapat pujian dan akan digunakan dalam berbagai acara nasional.
Ia menyatakan bahwa karyanya, Istana Garuda dan Taman Kusuma Bangsa, akan menjadi tempat upacara resmi pemerintah, menunjukkan penghargaan dan pengakuan atas karyanya.
Selain itu, Nyoman menyatakan bahwa membangun Istana Presiden adalah pekerjaan yang sulit karena melibatkan persyaratan keamanan yang ketat. Seperti menggunakan kaca tahan peluru dan beton dengan ketebalan tertentu.
Nyoman ingin para arsitek muda memahami kesulitan yang terlibat dalam membangun bangunan ikonik seperti Istana Garuda.
Ini bukan hanya pembuatan hotel, rumah, atau apartemen. Selain itu, Nyoman Nuarta menyatakan, “Apalagi akan ditempati orang nomor satu di Indonesia dan tamunya juga orang nomor satu (kepala negara) di dunia.”
( redx )
