Jakarta, Intra62.com. Selayang pandang Program AWDI bersama warna Indonesia dalam melestarikan kebudayaan, Go Internasional. Kegiatan Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) terkait budaya dan seni, yang dipimpin oleh wasekjend 2, Vivi Sandra putri sekaligus Founder CoI berkomitmen untuk menjadikan budaya sebagai pemersatu bangsa.
Kegiatan kebudayaan berskala internasional ini sudah berlangsung jika ke 3. Dan peran pemerintah dalam hal ini kementerian yang terkait sangat mendukung program pemberdayaan kebudayaan.
Di samping pelestarian budaya juga tentunya ada kegiatan ekonomi kerakyatan berupa pameran UMKM hasil kerajinan, kuliner atau lainnya yang dapat menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.
Animo masyarakat internasional dalam budaya yang sangat tinggi . Hal ini terlihat dari banyaknya peserta delegasi tiap tahun yang selalu bertambah.
Baca juga; Sosok Jeon Ketua AWDI dan Perwakilan CoI Cabang Korea , Energik dan Semangat
Berikut adalah selayang pandang program tahun 2024
- Bulan Agustus 2024, Yogyakarta International Dance (YID) pertama dan atau pesta rakyat di sepanjang jalan Malioboro dan sekitarnya. Kota Yogya dipilih karena selain Daerah Istimewa juga untuk menarik wisatawan luar negeri ke Yogya.
- Bulan Oktober 2024, IICF ke 3 di pusatkan di Ancol. Setelah sukses mengadakan festival yang 1 dan ke 2 . CoI dan AWDI berlanjut hingga tahun ke tiga, karena animo masyarakat internasional atas festival Kebudayaan cukup tinggi.
Dan yang tidak kalah pentingnya adalah rencana ada tarian tor-ttor dari adat budaya Batak. Dan akan didaftarkan di Rekor Muri dengan pencapaian penari yang di targetkan menembus 5000 orang.
Menurut keterangan Sekjend DPP AWDI Balham Wadja SH , kegiatan festival yang diadakan di kota Denpasar – Bali dan Solo raya ditunda .Karena mengingat jadwal kegiatan berbenturan dengan festival budaya dari pihak pemerintah setempat.
Sedangkan program 2025, CoI-AWDI telah menandatangani kerjasama festival di Daegu, Korea, dengan Presiden Federasi Seni dan Budaya, Mr. Changhwan Lee. Dan Kolaborasi ini Indonesia diijinkan untuk membawa peserta UMKM nya ke Korea. (redx)
