• Wed. Jun 3rd, 2026

Randai Kesenian Khas Daerah?

ByIM

Sep 14, 2023
Randai Kesenian Khas Daerah

Jakarta, Intra62.com – Randai kesenian khas daerah Minangkabau yang termasuk dalam jenis teater rakyat. Kesenian tradisional Randai memadukan seni menyanyi, menari, musik, drama dan silat menjadi satu. Dikenal sebagai kesenian khas Minangkabau, karena randai hanya ada di Minangkabau.

Di bidang lain  kesenian randai belum dikenal, jika ada kesenian serupa maka nama dan seni pertunjukannya akan berbeda. Kesenian ini konon berasal dari aliran Silat Sumatera Barat. Para ahli menyebutkan randai mempunyai unsur utama cerita, dialog dan akting, galombangan dan guindam.

Baca Juga: Kekeringan Melanda Di Beberapa Daerah Kabupaten Bekasi

Keempat unsur tersebut tidak dapat diabaikan begitu saja, sebab tanpa keempat unsur tersebut tidak dapat dikatakan kesenian Randai. Randai merupakan seni hiburan yang sering ditampilkan pada saat festival-festival terkenal atau hari raya Idul Fitri.

Asal Usul Randai

Dahulu, randai merupakan alat komunikasi penting bagi masyarakat Minangkabau. Randai berasal dari kata marandai (malinka) yang artinya membentuk lingkaran. Randai mempunyai arti lain yang berasal dari kata randai yaitu ber(h)andai yang artinya berkeinginan atau berbicara dengan piktograf atau kata-kata yang samar-samar.

Dahulu, para pemeran teater Randai semuanya laki-laki. Jika ada tokoh perempuan dalam cerita, maka peran tersebut diperankan oleh laki-laki. Karakter wanita dipilih berdasarkan penampilannya. Pasalnya aktris tersebut harus  cantik untuk memerankan karakter tersebut. Sebagai catatan, laki-laki yang berperan sebagai perempuan bukanlah seorang transgender, dan saat berdialog ia tidak mengubah suaranya menjadi suara perempuan. Tokoh wanita biasanya hanya menjadi tokoh utama pertunjukan randai. Dalam perkembangannya, semua kelompok dapat memainkan randai. Namun kostum dan riasan para pemainnya semuanya sangat feminim.

Cara Bermain Randai

Foto tarian randai kesenian khas daerah Minangkabau. (Red/Intra62)

Dalam kesenian atau permainan ini, randai  dimainkan secara berkelompok  membentuk lingkaran. Dalam satu kelompok terdiri dari 14 hingga 25 orang. Anggota Randai sering disebut  anak Randai dan berasal dari kalangan pedagang, perajin, dan petani daerah.

Para pemain kemudian bergerak perlahan sembari menceritakan kisah dalam format lagu bergantian. Randai dipimpin oleh seorang bernama Panggoreh. Selain berpartisipasi dalam permainan, dia juga bertanggung jawab untuk membuat suara khusus seperti hep! tah! tih!. Teriakan digunakan untuk menentukan laju tempo gerakan.

Tujuannya agar randai dapat dimainkan dengan lancar dan indah di hadapan penonton. Dalam satu kelompok biasanya terdapat beberapa panggoreh, hal ini untuk memperkirakan apakah seorang panggoreh lelah atau tidak. Sebab cerita Randai bisa berdurasi satu hingga lima jam bahkan lebih. Selain itu, salah satu pemain bertanggung jawab untuk memberikan petunjuk selama permainan. Nama pemainnya adalah Janang.

Cerita Randai

Randai merupakan cerita rakyat yang mengangkat tema budi pekerti, moralitas, rasa malu, pendidikan dan penanaman kesadaran nasional. Cerita lama bisa diubah menjadi cerita baru. Namun agar tetap berakar pada Minangkabau, cerita baru tersebut memuat nilai-nilai kehidupan masyarakat Minangkabau, baik nilai-nilai kehidupan dulu maupun sekarang.

Asal usul cerita yang dibawakan dalam randai adalah Kaba atau cerita rakyat. Kaba adalah prosa ritmis sastra tradisional Minangkabau  yang dikisahkan dalam lagu. Yang sudah diwariskan secara turun temurun sehingga banyak variasi dan versinya. Kaba yang terkenal adalah Kaba Anggun Nan Tonga Magek Jabang, dianggap sebagai puncak dari seluruh Kaba. Kisah lainnya adalah Sabai Nan Aluih, Cindua Mato dan Anggun Nan Tongga. (red/intra62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/