Jakarta, Intra62.com – Pemerintah pusat sedang mempercepat pembangunan jembatan layang, juga dikenal sebagai Flyover Bulak Kapal, di Bekasi Timur, Kota Bekasi. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kemacetan terus-menerus dan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama di area perlintasan sebidang.
Di Bekasi, Jumat, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa proyek Flyover Bulak Kapal senilai Rp188 miliar ditargetkan mulai dibangun pada November 2026 dan rampung pada triwulan pertama tahun 2028, atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, untuk menjaga keamanan Kota Bekasi dan meningkatkan ekonominya, proyek ini harus diprioritaskan. Selain itu, insiden tragis kecelakaan kereta api di dekat Stasiun Bekasi Timur selama beberapa waktu telah menimbulkan kekhawatiran yang serius tentang keselamatan penumpang.
Setiap lima menit, KRL melintasi lokasi ini. Salah satu solusinya, dia menyatakan, “Kita harus membangun flyover untuk mengurai bottleneck dan mencegah kecelakaan berulang.”
AHY mengatakan bahwa proyek infrastruktur akan mencakup sekitar 500 meter. Kalkulasi teknis menunjukkan bahwa pemerintah pusat harus mengeluarkan Rp188 miliar untuk membangun flyover secara fisik.
Untuk saat ini, pemerintah Kota Bekasi bertanggung jawab penuh atas pembebasan lahan. Untuk melakukannya, mereka telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp126 miliar untuk membebaskan 76 bidang tanah yang dimiliki oleh penduduk yang terdampak pembangunan infrastruktur tersebut.
Kami akan berkoordinasi dengan Pak Wali Kota dan akan segera berkoordinasi jika ada aset tanah milik pemerintah yang terdampak. Dia menyatakan bahwa pada dasarnya ini harus diselesaikan dengan cepat karena sangat dibutuhkan oleh warga.
Menurut Roy Rizali Anwar, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dijadwalkan dikeluarkan pada awal November untuk menandai tahapan konstruksi fisik pembangunan Flyover Bulak Kapal Kota Bekasi.
“Pelaksanaan fisik direncanakan memakan waktu 16 bulan, dan targetnya selesai pada triwulan pertama tahun 2028.” Dia menyatakan bahwa mereka akan berusaha untuk mempercepat jika lahan dan utilitas tersedia.
Menurut Gatot Sukmara, Plt Direktur Pembangunan Jembatan Kementerian PU, struktur jembatan ini akan didesain dengan teliti untuk memenuhi standar PT. PT KAI untuk memenuhi persyaratan keselamatan.
Dia menyatakan bahwa untuk memberikan ruang aman bagi jaringan listrik tegangan tinggi dan perlengkapan kereta, ketinggian keamanan jalur rel ditetapkan setinggi 7,5 meter, ditambah dengan struktur atas flyover setebal 2 meter.
Selain itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menyatakan bahwa dari 76 bidang lahan yang diperlukan untuk pembangunan, 40 di antaranya telah dibayarkan secara tuntas, dan 36 bidang lainnya sedang dalam proses pembayaran.
40 bidang statusnya sudah bersih dan jelas. Sedangkan 36 bidang sisanya saat ini sedang dalam proses pembayaran dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada November tahun ini,” kata dia.
Baca Juga : Menko AHY: Jembatan Kemang Pratama Bekasi Dirancang Untuk Mengurangi Banjir
( Red )
