Jakarta, Intra62.com – Diumumkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), pembangunan Jembatan Kemang Pratama di Rawalumbu, Kota Bekasi, yang dirancang tanpa pilar, diharapkan dapat menangani ancaman alam, terutama banjir.
AHY meninjau konstruksi Jembatan Kemang Pratama, yang dibangun kembali di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, setelah sempat terputus karena banjir pada Maret 2025 lalu.
Saya berterima kasih kepada Pak Menteri PU (Pekerjaan Umum) atas upaya cepat jajarannya untuk merekonstruksi infrastruktur penting ini. Di Bekasi, Jumat, AHY menyatakan bahwa pemerintah provinsi, Pak Wali Kota, dan masyarakat telah membantu jembatan berfungsi kembali untuk memudahkan mobilitas.
Dia menyatakan bahwa jembatan itu dibangun ulang menggunakan ide dan desain baru untuk menjadikannya lebih aman dan kokoh. Konstruksi baru memiliki panjang hampir 80 meter dan tidak memiliki tiang penyangga seperti struktur lama.
Perubahan desain dilakukan untuk mencegah tumpukan sampah di hulu yang tersangkut, yang dapat menyebabkan beban berlebih saat debit air naik.
Jembatan sekarang tidak lagi memiliki pilar, dan posisinya sekarang lebih tinggi untuk memberikan lebih banyak ruang yang aman dari permukaan air saat banjir tertinggi.
Uji beban jembatan, yang didanai oleh Program Inpres Jalan Daerah (IJD) senilai Rp60 miliar, telah ditentukan berhasil.
Setelah diuji coba dengan iringan kendaraan bermuatan besar, struktur jembatan terbukti kokoh untuk menahan beban hingga satu ton per meter persegi. Ia berharap mobilitas sehari-hari akan lebih mudah dengan kembalinya jalur tersebut. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa pembangunan infrastruktur penting harus memiliki dampak langsung dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
AHY juga mengharapkan infrastruktur baru tersebut mampu menghadapi tantangan alam karena perkiraan curah hujan akan meningkat menjelang akhir tahun. Namun, penanganan banjir bergantung pada kesiapan wilayah hulu.
Menurut Plt Direktur Pembangunan Jembatan Kementerian PU Gatot Sukmara, pembangunan Jembatan Kemang Pratama akan dilakukan selama 300 hari kalender, atau 10 bulan, mulai Oktober 2025 hingga Agustus 2026. Masa pemeliharaan akan berakhir pada Agustus 2027 sebelum jembatan diserahkan.
Jembatan ini memiliki panjang 410 meter, bentang 78 meter, dan lebar sembilan meter. Penanganan infrastruktur juga mencakup pembangunan tanah keras dan pengaspalan sepanjang 332 meter.
Gatot berharap keberadaan Jembatan Kemang Pratama akan mengurangi waktu tempuh perjalanan, mengurangi kemacetan, dan menghubungkan banyak lokasi penting seperti rumah sakit, sekolah, dan kantor pemerintah.
Jembatan Kemang Pratama juga dirancang untuk meningkatkan ruang bebas di daerah aliran sungai dan mengurangi hambatan aliran air terhadap hanyutan. Dia menyatakan bahwa ini meminimalkan dampak banjir selain meningkatkan mobilitas warga.
Baca juga : Wakil Bupati Bogor Dan Empat Saksi Di Polres Bogor Dipanggil Ulang Oleh KPK
( Red )
