Jakarta, Intra62.com – Pelaku UMKM yang berbasis kelapa sawit disarankan oleh pengamat ekonomi Eisha Maghfiruha Rachbini untuk meningkatkan daya saing mereka dan berani masuk ke pasar internasional.
Dia mengatakan bahwa pelaku UMKM berbasis kelapa sawit di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan berbagai produk turunan kelapa sawit, seperti makanan (oleofood), bahan kimia (oleochemical), dan bioenergi.
Menurut Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), kontribusi terhadap nilai ekspor nasional saat ini masih relatif rendah, sekitar 15 persen, dan perlu ditingkatkan di masa mendatang.
Di Jakarta, Senin, Eisha menyatakan, “Komoditas kelapa sawit dapat menjadi salah satu sektor yang mendorong peningkatan kontribusi UMKM terhadap nilai ekspor. Apalagi, kelapa sawit adalah salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia.”
Dia menambahkan bahwa program hilirisasi kelapa sawit saat ini menghasilkan lebih dari 193 jenis produk turunan, yang berdampak positif pada perekonomian nasional dengan meningkatkan harga TBS petani, menciptakan lapangan kerja lebih banyak, dan menciptakan efek ekonomi berantai yang lebih luas.
Dia juga menyatakan bahwa UMKM berbasis kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar. Ke depan yg mampu memberikan nilai tambah dari produk atau komoditas kelapa sawit harus ditingkatkan.
Baca Juga : UMKM Mendorong Peningkatan Alokasi Kredit Menjadi Rp 2.000 Triliun
( Red )
