Jakarta, Intra62.com – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) siap membantu mempercepat pembangunan desa-desa di Papua Barat dengan memaksimalkan implementasi beragam program, seperti desa ekspor.
“Sekarang, desa bisa langsung ekspor lewat BUMDes,” kata Menteri Desa dan PDT (Mendes PDT) Yandri Susanto saat menerima audiensi Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Rabu.
Dengan demikian, Mendes Yandri meminta Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk menggambarkan secara menyeluruh potensi desa-desa yang memungkinkan pembangunan dan ekspor.
Menurut Mendes, selain desa ekspor, ada program desa wisata yang dapat mempercepat pembangunan desa. Oleh karena itu, Gubernur Papua Barat diminta untuk menunjuk satu desa untuk digunakan sebagai percontohan pengembangan desa wisata.
Selanjutnya, Mendes Yandri meminta Pemprov Papua Barat untuk berpartisipasi dalam pengembangan desa tematik yang disesuaikan dengan potensi desa tersebut.
Mendes menyatakan bahwa Papua Barat juga merupakan lokasi program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Fakfak, dan Kaimana, yang mencakup 185 desa.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan sebelumnya menyampaikan sejumlah program penting di tujuh kabupaten, 91 distrik, 57 kelurahan, dan 817 kampung yang membutuhkan intervensi Kemendes PDT.
Dia menyatakan, “Kami programkan penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal. Selain itu, ada program bidang pendidikan dan kesehatan.”
Dominggus Mandacan juga mengatakan bahwa Provinsi Papua Barat tengah sedang menyiapkan program untuk meningkatkan kapasitas warga desa dan aparatur. Selain itu, ada juga program untuk pengembangan daerah tertinggal dan pengembangan infrastruktur di daerah pedesaan.
Mendes Yandri menanggapi dengan baik rekomendasi program dari pemerintah Papua Barat karena berkaitan dengan 12 Aksi Prioritas Bangun Desa Bangun Indonesia.
Baca Juga : Garda Revolusi Iran mengklaim serangan terhadap kemhan Israel, markas IDF.
(Red).
