• Sat. Mar 14th, 2026

Joyful Ramadhan Diluncurkan oleh Kementerian Agama Untuk Meningkatkan Keharmonisan dan Kebangsaan.

ByBunga Lestari

Feb 10, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Kementerian Agama akan mengadakan berbagai program yang disebut Joyful Ramadhan untuk mengisi bulan Ramadhan. Program-program ini akan digunakan sebagai momentum strategis untuk meningkatkan kedekatan umat Islam dengan ajaran agamanya sekaligus memperkuat keharmonisan sosial dan nasional.

Di Jakarta, Selasa, Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu menyatakan, “Kami mengambil momentum untuk memacu bagaimana agar kedekatan antara umat dengan agamanya, khususnya umat Islam, dapat semakin terbukti.”

Ismail menyatakan bahwa Ramadhan diposisikan sebagai ruang transformasi ritual, spiritual, sosial, dan kebangsaan daripada sekadar ibadah pribadi.

Dia menyatakan bahwa Ramadhan memiliki makna ibadah yang menggembirakan, kebersamaan sosial, dan produktivitas keberagaman yang berdampak pada penguatan moderasi beragama, harmoni sosial, serta pelayanan publik keagamaan yang humanis.

Menurut Abu Rokhmad, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, konsep Joyful Ramadhan menekankan bahwa ibadah harus dilakukan dengan semangat karena mengandung rahmah, ketenangan, dan optimisme.

Ramadhan juga menjadi waktu untuk meningkatkan solidaritas, kepedulian, dan inklusi sosial dengan mengadakan aktivitas yang mendidik dan membantu orang.

Dia menyatakan bahwa dari perspektif kelembagaan, bulan Ramadhan memberikan kesempatan yang sangat baik bagi Direktorat Jenderal Bimas Islam untuk meningkatkan fungsinya melalui tiga fokus utama: meningkatkan layanan keberagamaan, literasi keislaman yang mencerahkan, dan pemberdayaan sosial dan ekonomi umat.

Bimas Islam mengoptimalkan masjid sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan umat, Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai pusat pembinaan keluarga sakinah, dan penyuluh agama sebagai penyedia literasi keagamaan.

Abu Rokhmad mengatakan, “Standar layanan selama Ramadhan mencakup bimbingan ibadah, konsultasi keluarga, serta edukasi zakat, wakaf, dan filantropi.”

Selain itu, narasi dakwah Ramadhan yang ramah, moderat, dan menentang hoaks dan ekstremisme meningkatkan literasi keislaman.

Abu Rokhmad menyatakan, “Seluruh konten dakwah digital Ramadhan dipantau agar disajikan secara bertanggung jawab dan sejalan dengan koridor moderasi beragama.”

Selain itu, ia menyatakan bahwa Bimas Islam mendorong penelitian tematik tentang dakwah Ramadhan yang mencakup masalah keluarga, ekonomi, dan kebangsaan. Selain itu, Bimas Islam memperkuat kerja sama dengan ulama, akademisi, dan komunitas Islam.

Abu Rokhmad mengatakan bahwa dalam hal pemberdayaan sosial dan ekonomi umat, Ramadhan dimanfaatkan untuk optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif. Sebagai upaya pengentasan kemiskinan spiritual dan material, berbagai program seperti bazar Ramadhan, gerakan berbagi, dan dukungan bagi UMKM berbasis masjid digalakkan.

Ia berharap ibadah dan akhlak yang lebih baik, solidaritas sosial yang lebih kuat, ketahanan keluarga yang lebih baik, dan pertumbuhan ekonomi umat melalui filantropi yang produktif akan terjadi selama Joyful Ramadhan.

Dia menyatakan bahwa Ramadhan juga berdampak pada penguatan moderasi dan harmoni kebangsaan, termasuk keterlibatan lintas agama dalam semangat kebersamaan.

Menurut Abu Rokhmad, Joyful Ramadhan menegaskan kehadiran Kementerian Agama sebagai pelayan masyarakat, penggerak perdamaian, dan penjaga nilai-nilai keagamaan yang damai.

Dia menyatakan, “Kami berharap Ramadhan melahirkan umat yang saleh secara spiritual, kuat secara sosial, dan berkontribusi nyata bagi bangsa Indonesia.”

Baca Juga : Jojo: Kemenangan Denmark Open Hasil Dari Kerja Keras.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/