• Fri. Sep 25th, 2026

BI Melihat Swasta Mulai Bergerak, Dana Kredit Rp2.500 Triliun Belum Cair

ByLia Uyee

Sep 25, 2026

Jakarta, Intra62.com – Di tengah mulai meningkatnya permintaan pembiayaan dari sektor swasta, Bank Indonesia (BI) melihat fasilitas kredit yang belum dicairkan atau undisbursed masih berkisar Rp2.548 triliun hingga Juli 2026.

Dalam konferensi pers Sinergi Kebijakan Moneter & Fiskal yang diadakan di Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis, Gubernur BI Destry Damayanti menyatakan bahwa permintaan dan penawaran kredit memengaruhi jumlah pinjaman yang diberikan.

Permintaan kredit swasta sangat terbatas hingga kuartal II-2026, dan pertumbuhan kredit masih banyak ditopang oleh bisnis pemerintah. Namun, Business Intelligence (BI) mulai melihat perubahan pada data terbaru.

Data terakhir menunjukkan bahwa sektor swasta itu sudah mulai bergerak naik, yang menunjukkan bahwa ada geliat untuk melompat dari sisi permintaannya.

Permintaan kredit swasta sangat terbatas hingga kuartal II-2026, dan pertumbuhan kredit masih banyak ditopang oleh bisnis pemerintah. Namun, Business Intelligence (BI) mulai melihat perubahan pada data terbaru.

Destry menyatakan, “Dari data terakhir, kami melihat sektor swasta itu sudah mulai bergerak naik. Artinya, dari sisi permintaannya itu sudah mulai ada geliat untuk melakukan kredit.”

Dari sisi penawaran, Destry menyatakan bahwa ketika permintaan kredit masih rendah, beberapa bank sebelumnya memilih menempatkan likuiditas pada surat berharga seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Sejak 1 September 2026, BI memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Pendalaman Pasar Uang (PPU) untuk mendorong intermediasi.

Dalam KLM ini, bank dapat memperoleh insentif DPK sebesar dua persen atau 200 basis poin (bps) jika rasio kepemilikan SBN dan SRBI non-repository terhadap total pendanaan (pendanaan) tidak lebih dari 19%.

Dia menyatakan bahwa pengurangan giro bank di BI dilakukan untuk memenuhi giro wajib minimum (GWM) yang wajib dipenuhi secara rata-rata.

BI mengantisipasi bahwa skema tersebut akan mendorong likuiditas perbankan untuk mengalir lebih jauh ke pembiayaan ekonomi.

Pada Agustus 2026, akan ada tanda-tanda peningkatan kredit. Kredit investasi meningkat 25,11% dan kredit modal kerja meningkat 11,45% setiap tahun.

“Ini sangat bagus karena artinya pertumbuhan kredit itu masuk ke sektor produktif. Jadi, ini buat kami menjadi sinyal juga bahwa aktivitas ekonomi terus berputar dengan kapasitas ekonominya yang bertambah karena ada kredit investasi tadi,” katanya.

Baca Juga : BI: Meskipun Pergantian Menkeu-Gubernur, Uang Kertas Yang Beredar Tetap Sah

( Red )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/