• Wed. Feb 21st, 2024

    INTRA62.COM

    Berita Nusantara Milik Bersama

    Arahan Presiden Jokowi Kepada Panglima TNI Laksamana Yudo Margono

    ByASD

    Dec 21, 2022
    Potret Arahan dari Presiden Jokowi Kepada Panglima TNI Laksamana Yudo Margono

    Jakarta, Intra62.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan khusus kepada Panglima TNI Laksamana Yudo Margono yang baru dilantik. Arahan khusus kepada Laksamana Yudo itu terkait dengan Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua agar Yudo tegas kepada KKB.

    Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan arahan kepada Laksamana Yudo yang baru dilantik menjadi Panglima TNI. Diketahui Jenderal Andika Perkasa resmi digantikan oleh Yudo hari ini.

    Jokowi mulanya menyampaikan bahwa pendekatan humanis dan pengurangan prajurit TNI di Papua memang baik. Namun, dia juga mengingatkan agar Yudo tegas kepada KKB lantaran aksi brutal yang kerap mereka lakukan.

    “Saya kira baik pendekatan humanis baik, pengurangan prajurit TNI di Papua itu baik, tetapi harus tegas di sana KKB selalu berbuat seperti itu ya tidak akan selesai-selesai masalahnya,” jelas Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2022).

    Baca juga: Ketua KPK : Sejak KPK Berdiri Lebih dari 1.479 Koruptor Berhasil Ditangkap

    Jokowi sebelumnya juga menyampaikan sejumlah pesan kepada Yudo yang baru dilantik menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa.

    “Saya sudah pesankan kepadanya untuk pertama menjaga kedaulatan NKRI,” kata Jokowi.

    Kedua, Jokowi meminta Yudo untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Yudo, juga diminta Jokowi meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada TNI.

    “Kedua menjaga persatuan dan kesatuan kita. Kemudian juga, menjaga mempertahankan, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada TNI yang sekarang sudah paling tinggi, kepercayaan ini harus dijaga terus dengan profesionalisme di tubuh TNI yang terus harus ditingkatkan,” ujarnya.

    Jokowi juga menitip pesan kepada Yudo berkaitan dengan tahun politik atau Pemilu 2024. Jokowi meminta Yudo untuk selalu menjaga netralitas TNI dan menjauhi politik praktis.

    “Agar menjaga netralitas TNI agar tidak ketarik-tarik ke dalam politik praktis yang penting, karena dan pentingnya sinergi TNI dan Polri dalam menjaga kondusifitas Negara kita, karena penting stabilitas politik, stabilitas keamanan penting dalam rangka pembangunan Negara, pembangunan ekonomi kita, dalam situasi yang tidak pasti karena ketidakpastian global,” jelas Jokowi.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Panglima TNI Laksamana Yudo Margono untuk tegas kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Apa jawaban Yudo?

    “Sekarang ini kan operasinya lebih ditonjolkan operasi teritorial, mungkin bukan operasi militer, itu yang perlu digarisbawahi, tentunya tetap tegas kan sesuai hukum yang ada,” kata Yudo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2022).

    Baca juga: Ketua KPK : Sejak KPK Berdiri Lebih dari 1.479 Koruptor Berhasil Ditangkap

    Yudo mengatakan evaluasi terkait pengamanan di Papua juga akan dilakukan. Dia juga mengaku akan segera berkunjung ke Papua untuk mengecek kondisi di lapangan.

    “Ya nanti tentunya akan kita evaluasi dulu, baru nanti saya laporkan ke Bapak Presiden situasi yang ada. nanti saya kan kesempatan pertama akan datang ke sana bersama Kepala Staf Angkatan untuk melihat secara nyata apa sih sebenarnya yang terjadi di sana,” jelas Yudo.

    Yudo mengatakan, nantinya di Papua, dia akan meminta masukan dari prajurit di lapangan. Selain itu, juga meminta masukan kepada pemerintah daerah dan tokoh masyarakat mengenai apa yang seharusnya TNI lakukan.

    “Masukan juga dari para prajurit di lapangan juga dari pemerintah daerah, juga dari tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, apa yang seharusnya kita (lakukan),” ujarnya.

    Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) itu mengatakan bahwa pengamanan di Papua harus diputuskan secara matang. Menurutnya, pendekatan di lapangan menjadi pertimbangan penting.

    “Tentunya kan perlu pendekatan yang di lapangan ini apa yang ada di sana, jadi nggak harus belum-belum sudah diputuskan, nanti saya memutuskan, memutuskannya setelah saya cek dulu, baru nanti saya laporkan Pak Presiden,” jelas Yudo. (red)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *