Jakarta, Intra62.com – Achmad Azran dan Alfiansyah Bustami, yang juga dikenal sebagai Komeng, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, mengapresiasi kinerja Danantara Indonesia, yang menunjukkan prestasi yang positif. Mereka menilai bahwa capaian lembaga tersebut telah meningkat dalam menjalankan berbagai tugasnya.
Meskipun tidak memberikan penjelasan lebih lanjut kepada wartawan tentang indikator penilaian, Komeng menyatakan bahwa kinerja Danantara menunjukkan perkembangan yang baik dengan capaian yang dinilainya terus meningkat.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa beberapa BUMN terus menghadapi masalah, yang memerlukan tindakan penataan. “Maka sebagian ada yang mau ditutup.”
Prabowo mengakui bahwa berbagai pembenahan telah meningkatkan kinerja beberapa BUMN. Ia juga mengapresiasi langkah-langkah Danantara, yang dia anggap dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan perusahaan negara.
Dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Prabowo menyatakan, “Jadi saudara-saudara sekalian, saya memberikan penghargaan khusus bagi pimpinan Danantara dan seluruh timnya, seluruh jaringannya.”
Ini adalah contoh pemulihan sektor pertambangan timah. Pada akhir 2025, sekitar 1.000 tambang timah ilegal akan ditutup oleh pemerintah Bangka Belitung.
Keuntungan bersih PT Timah dilaporkan meningkat 804,7 persen pada enam bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, valuasi perusahaan meningkat 280 persen pada Agustus 2026 dibandingkan Agustus 2025.
Prabowo menyatakan bahwa pembenahan BUMN telah dilakukan secara menyeluruh. Laba bersih PT Semen Indonesia meningkat 408,9 persen pada enam bulan pertama 2026, PT Pupuk Indonesia 252,8 persen, Pertamina 86,4 persen, Pegadaian 84,4 persen, Pelindo 60,4 persen, dan PTPN 54,4 persen.
Di industri penerbangan, Garuda Indonesia disebut telah mereaktivasi pesawat grounded. Hingga Juni 2026, 20 pesawat berhasil direaktivasi, menambah total 104 pesawat yang kembali beroperasi.
Selain itu, keuntungan BUMN pada tahun 2024 telah dikoreksi menjadi Rp186 triliun, dengan dividen yang disetor sebesar Rp85,5 triliun.
Baca Juga : Gubernur DKI Jakarta : Normalisasi Kali Cakung Lama Akan Selesai Pada Tahun 2028
( Red )
