Jakarta, Intra62.com – Wahyu Ario Pratomo, akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), mendorong pemerintah untuk memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah sejumlah anak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami gangguan kesehatan.
Menurut Wahyu, pemerintah harus memperbaiki tata kelola MBG dengan menggunakan penelusuran yang terbuka tentang faktor-faktor yang menyebabkan insiden di Karo, seperti pengadaan bahan pangan, penyimpanan, proses memasak, distribusi, dan pengawasan higienitas dan keamanan pangan.
Dia menyatakan, dikutip di Jakarta, Selasa, bahwa hasil penyelidikan harus menjadi dasar untuk memperbaiki standar operasional dan sistem pengawasan penyelenggaraan MBG untuk mencegah insiden serupa terjadi di tempat lain.
Berikutnya, Wahyu menunjukkan kunjungan langsung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Karo untuk melihat perkembangan kondisi kesehatan korban yang diduga terkena keracunan MBG.
Selama kunjungannya, Presiden mengunjungi korban dan berbicara dengan keluarga mereka, memastikan ketersediaan perawatan medis dan obat-obatan, dan memberikan rekomendasi ke Medan dan Jakarta.
Dia menyatakan bahwa kunjungan langsung Wakil Presiden Gibran ke Karo merupakan tindakan yang penting dan tepat, terutama karena kasus ini menyangkut keselamatan anak-anak dan kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis.
Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU itu menyatakan bahwa pemerintah harus memastikan pemulihan tidak berhenti pada penanganan akut, tetapi mencakup pemeriksaan lanjutan, pemantauan kesehatan dan psikologis, serta kepastian pembiayaan sampai anak benar-benar pulih dan dapat kembali bersekolah secara normal.
Baca Juga : Kopaska-BSG Dikirim Oleh Basarnas Untuk Mencari 129 Korban Tenggelamnya Kapal Virgo
( Red )
