Jakarta, Intra62,com – Di perkebunan warga, tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menemukan seekor Orangutan jantan yang lemas akibat asap.
Staf SKW I Ketapang BKSDA Kalimantan Barat Sarbandi mengatakan, “Orangutan tersebut ditemukan di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Minggu kemarin. Setelah menerima informasi dari masyarakat tentang keberadaan orangutan di sekitar perkebunan, kami langsung melakukan pengecekan ke lapangan dan menemukan orangutan tersebut dalam kondisi lemas.”
Akibat terpapar asap karhutla yang pekat selama beberapa hari di habitatnya, orangutan yang disebut Sampurna diduga mengalami gangguan pernapasan.
Dia menyatakan bahwa warga pertama kali melaporkan pemusnahan dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri di sekitar perkebunan sawit milik masyarakat sekitar pukul 06.00 WIB.
Dokter hewan YIARI Komara, di sisi lain, mengatakan bahwa paparan asap karhutla dapat berdampak negatif pada kesehatan satwa liar, terutama pada sistem pernapasan.
“Asap karhutla mengandung berbagai partikel dan zat yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu fungsi paru-paru,” ujar Komara.
Dia mengatakan bahwa paparan asap pekat yang berlangsung selama beberapa hari dapat menyebabkan masalah pernapasan hingga hipoksia atau kekurangan oksigen.
Menurutnya, “Pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan Sampurna, termasuk kemungkinan gangguan atau kerusakan pada paru-paru dan organ dalam lainnya.”
Seiring dengan YIARI, penyelamatan Sampurna menambah daftar orangutan yang dievakuasi BKSDA Kalimantan Barat karena ancaman karhutla sepanjang Agustus 2026.
Baca Juga : Prabowo : Karhutla harus di hukum
( Red )
