• Sun. Aug 16th, 2026

Gus Yahya jadikan perspektif Mbah Wahab tentang perubahan global

ByAF

Aug 16, 2026
Gus Yahya jadikan perspektif Mbah Wahab tentang perubahan global

Jombang , Intra62.com . K.H. Yahya Cholil Staquf, juga dikenal sebagai Gus Yahya, menekankan betapa pentingnya meneladani pemikiran K.H. Abdul Wahab Chasbullah dalam menghadapi perubahan global dan menentukan jalan perjuangan Nahdlatul Ulama (NU).

Setelah menyaksikan perubahan di dunia, Mbah Wahab mempertimbangkan apa yang harus dilakukan oleh para ulama dan umat Islam di tengah perubahan ini. Dalam sebuah pernyataan yang diberikan di Jombang, Minggu, Gus Yahya menyatakan bahwa masalahnya bukan hanya tentang mempertahankan apa yang ada. Akan tetapi juga apa yang harus diperjuangkan ke depan.

Di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Gus Yahya mengatakan hal itu saat bedah buku tentang pemikiran dan biografi K.H. Abdul Wahab Chasbullah.

Dia mengatakan bahwa pemikiran Mbah Wahab tidak hanya berfokus pada menjaga warisan masa lalu. Tetapi juga pada hal-hal yang harus diperjuangkan untuk masa depan.

Dia mengatakan bahwa pemikiran Mbah Wahab tidak hanya berfokus pada menjaga warisan masa lalu. Namun juga pada hal-hal yang harus diperjuangkan untuk masa depan.

Ia menyatakan bahwa semangat ini harus menjiwai Muktamar Ke-35 NU. Dan yang akan diadakan di pesantren yang merupakan pusat perjuangan KH. Abdul Wahab Chasbullah.

Gus Yahya menyatakan bahwa Muktamar Ke-35 NU berlangsung pada tahun ke-100 Masehi dan diadakan di pesantren tempat Kiai Wahab dimakamkan, yang menjadikannya momentum unik.

Presiden Prabowo Subianto hadiri pembukaan Muktamar Ke-35 PBNU

Saya pikir para muktamirin dan warga NU yang mengikuti muktamar ini harus mengingat bahwa ini adalah muktamar di pesantren pendiri. Dan makam Mbah Wahab berada di tengah-tengah pesantren. Dia meminta semua orang yang menginjakkan kaki di tanah Tambakberas ini untuk tidak melupakan Mbah Wahab.

Gus Yahya menyatakan bahwa, mengenai ide mekanisme pemilihan kepemimpinan PBNU melalui mekanisme ini. Serta ide lain, semua ide dapat dibahas jika dimaksudkan untuk kepentingan jamiyah Nahdlatul Ulama.

Ia menyatakan bahwa gagasan muktamar harus berfokus pada kepentingan organisasi daripada tujuan pribadi atau pragmatis.

Menurutnya, “Terlepas dari gagasan apa pun yang diajukan, itu tidak masalah selama niatnya sungguh-sungguh untuk kemaslahatan NU. Kita bisa mendiskusikan apa saja asal niatnya adalah untuk kemaslahatan jamiyah. Bukan untuk kepentingan jangka pendek, tapi untuk kemaslahatan jamiyah NU.”

Selain itu, Gus Yahya menegaskan bahwa anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang berlaku saat ini akan digunakan untuk menyelenggarakan Muktamar Ke-35 NU.

Dia menyatakan bahwa keputusan muktamar tentang perubahan AD/ART baru digunakan sebagai dasar pelaksanaan pada Muktamar Ke-36 NU.

Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri pembukaan Muktamar Ke-35 PBNU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026.

Baca juga : Pada 1–5 Agustus 2026, PBNU Akan Menyelenggarakan Muktamar ke-35 NU.

( Ania-red )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/