Jakarta, Intra62.com –
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengusulkan penambahan anggaran menjadi Rp334 triliun untuk tahun 2027 untuk mendukung kesiapan operasional, modernisasi alutsista, pembangunan kekuatan pertahanan, dan program lainnya yang menjadi prioritas.
Usai rapat Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) bersama Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan, “Kami telah mengusulkan anggaran tambahan melalui Komisi I DPR RI untuk diteruskan kepada Badan Anggaran, sehingga kami dapat menambah anggaran sebanyak Rp195 triliun.”
Menurut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan memberikan pagu anggaran Kemenhan sebesar Rp139 triliun untuk tahun 2027.
Namun, untuk mencapai total Rp334 triliun, dia mengusulkan tambahan sebesar Rp195 triliun.
Dia menyatakan bahwa anggaran renbut Kemenhan pada tahun 2027 adalah sebesar Rp667 triliun.
Dia menyatakan bahwa konsep skala prioritas dan dinamika tugas yang diberikan kepada Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia sebagai alat pertahanan negara adalah dasar dari rencana kebutuhan anggaran tersebut.
Oleh karena itu, dia menyatakan bahwa usulan penambahan anggaran sebesar Rp334 triliun dibuat untuk memenuhi kebutuhan Kemenhan sebesar Rp667 triliun.
Dia menyatakan bahwa jumlah yang disetujui berdasarkan surat dari Bappenas dan Kementerian Keuangan hanya Rp139 triliun, sehingga perbedaan besar. Oleh karena itu, kami mengusulkan tambahan untuk mendekati kebutuhan maksimal Rp667 triliun.
Dia menyatakan bahwa karena sistem pertahanan negara berfungsi sebagai “sabuk pengaman” untuk pembangunan nasional, penambahan anggaran itu sangat penting untuk kedaulatan negara.
Pada tahun 2027, dia menyatakan bahwa Kementerian Pertahanan memiliki 20 daftar kerja untuk enam program.
Dia menyatakan bahwa sebagai alat pertahanan, TNI harus siap menghadapi dinamika tugas untuk mendukung pemerintah dan sistem pertahanan negara.
TNI harus menangani banyak tugas, seperti mengawasi perkembangan konflik di Papua dan di daerah lain. Selain itu, sekarang TNI juga harus membantu pemerintah membangun sarana dan prasarana yang diperlukan.
Dia mengatakan, “Kita sudah ketahui, akibat dari bencana alam. Jadi, sekarang TNI juga sedang menjalankan tugas untuk membangun jembatan dan sebagainya.”
Sebelum ini, Utut Adianto, Ketua Komisi I DPR RI, menyatakan bahwa anggaran Kemenhan untuk tahun 2027 sebesar Rp139 triliun telah turun dari yang disepakati untuk tahun 2026 sebesar Rp187 triliun.
Dia menyatakan bahwa Kemenhan merasa perlu adanya tambahan setelah simulasi dilakukan untuk mempertahankan akselerasi dan kekuatan TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Utut menyatakan bahwa Komisi I tidak mungkin menetapkan tambahan ini, tetapi mereka menyetujui dan mendukung usulan tambahan itu untuk diteruskan ke Badan Anggaran.
Baca Juga : Kantor Kemenhan Menerima Kunjungan Panglima Australia.
Baca Juga : Dua Batalyon Komcad Akan Didirikan di Setiap Kabupaten Kemhan.
RED.
